Laguna Dangkal, Perahu Wisata Rawan Terdampar

Rabu, 19 Agustus 2015 - 09:02 WIB
Laguna Dangkal, Perahu...
Laguna Dangkal, Perahu Wisata Rawan Terdampar
A A A
KULONPROGO - Kemarau panjang telah menyebabkan ketinggian air di laguna Pantai Glagah menyusut.

Kedalaman laguna tinggal satu meter dan banyak bermunculan delta di tengah-tengah. Hal ini menjadikan perahu wisata sulit beraktivitas. Mereka berharap pemerintah melakukan pengerukan di bagian tengah. Pengelola Perahu Wisata, Suyadi mengatakan, pendangkalan ini telah terjadi sejak dua bulan belakangan. Saat ini kondisi paling parah dan menjadi kendala bagi pelaku wisata.

Tekong harus jeli mengarahkan kapal agar tidak terdampar. Untuk itulah, mereka telah memasang rambu dan bendera, titik-titik yang bisa dilalui perahu. “Warga berharap pemerintah mengeruk laguna agar keberadaan perahu wisata bisa eksis,” katanya.

Pendangkalan laguna juga membuat biaya operasional lebih boros. Kipas mesin menjadi cepat aus dan mudah patah karena terkena pasir. Padahal satu buah kipas mesin harganya mencapai Rp1,4 juta. Dulu, para pengelola secara swadaya pernah melakukan pengerukan dengan menyewa alat berat (backhoe). Saat itu mereka mengeluarkan dana kas senilai Rp4 juta.

Dengan kondisi penumpang yang sangat terbatas, mereka kurang mampu untuk melakukan secara swadaya. “Setiap bulan kami juga membayar ke pemerintah apa retribusi atau pajak,” ujarnya. Pengelola yang lain, Joko Supriyanto berharap, pemerintah juga mendukung sarana dermaga.

Laguna dan perahu wisata telah menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sehingga mereka berharap, pemerintah turun tangan ikut menata dermaga dengan bangunan permanen. “Sangat kami butuhkan dermaga yang lebih bagus,” katanya.

Kepala Desa Glagah Agus Parmono mengatakan, keluhan para pelaku wisata ini sudah dikomunikasikan dengan pemerintah. Perahu wisata telah menjadi bagian dari daya tarik wisata yang ada di Glagah.

Sehingga mereka juga perlu mendapatkan perhatian. Pendangkalan ini, kata dia, merupakan dampak dari kemarau panjang. Selain itu juga diakibatkan embusan air laut dari tenggara yang beberapa waktu sempat masuk ke laguna. “Kami sudah sampaikan ke Disbudparpora agar dilakukan pengerukan,” katanya.

Desa juga ingin agar pasir sedotan dari muara Sungai Serang dipakai untuk meratakan lapangan yang ada di depan Posko SAR. Lapangan ini kerap menjadi lokasi acara untuk menarik kunjungan wisatawan.

Kuntadi
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
44 menit yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
54 menit yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
1 jam yang lalu
MR.D.I.Y. Perluas Program...
MR.D.I.Y. Perluas Program Menginspirasi Generasi Inovator, Jangkau 8.600 Anak
2 jam yang lalu
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
3 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
4 jam yang lalu
Infografis
Maladewa Larang Tempat...
Maladewa Larang Tempat Wisata Mewahnya Dikunjungi Warga Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved