Kekeringan, Warga Manfaatkan Air Kubangan

Jum'at, 14 Agustus 2015 - 03:36 WIB
Kekeringan, Warga Manfaatkan...
Kekeringan, Warga Manfaatkan Air Kubangan
A A A
CIREBON - Ribuan warga yang tersebar di 12 RT se-Desa/Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, sebulan terakhir terpaksa mengonsumsi air kubangan akibat kekeringan.

Setiap hari, berbekal jeriken, ember, dan wadah penampung air lainnya, warga harus bolak-balik mengambil air dalam kubangan. Kubangan itu sendiri sesungguhnya mata air. Sayang, kondisi air tampak kotor akibat kumpulan lumut dan ganggang yang memenuhi permukaan air.

Salah seorang warga RW 02, Andi, mengaku terpaksa mengambil air kotor tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Dia setiap hari mengambil air menggunakan beberapa jeriken yang diangkut dengan sepeda motornya.

"Untuk minum maupun mandi. Kalau mencuci, baju-bajunya dibawa kemari dan dicuci di sini," katanya di sela mengambil air, Kamis (13/8/2015).

Menurutnya, kondisi itu telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Mata air itu sendiri selama ini kerap menjadi andalan warga kala kekeringan melanda.

Ketua RW 02 Kamad menyebutkan, kekeringan tahun ini terbilang parah. Setidaknya 70 persen sumur warga di RW 02 kering. Akibatnya, warga terpaksa mengambil air dan mengonsumsinya, sekalipun kotor.

"Sebagian besar warga mengambil air malam hari karena kalau pagi hari banyak ibu-ibu yang mencuci di mata air itu," ungkapnya.

Sebagian besar warganya harus menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer demi mencapai mata air tersebut. Menurutnya, setiap kemarau sumur warga rata-rata mengering dan warga kesulitan air. Kala itulah mata air tersebut menjadi sumber air satu-satunya mereka.

Sementara itu, Kuwu (Kepala Desa) Greged Yusup mengakui seluruh warga desa memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Kubangan yang airnya dimanfaatkan warga itu sebenarnya merupakan mata air yang dikenal dengan nama Cikukulu.

"Warga sini rata-rata punya sumur, tapi ketika mengering Mata Air Cikukulu inilah yang jadi andalan. Sebagian warga lain, terutama yang mampu, terpaksa membeli air," jelasnya.

Sekalipun air tampak kotor, warga biasanya akan mendiamkan air yang telah diambilnya dahulu sebelum digunakan. Cara ini, katanya, bermanfaat untuk mengendapkan kotoran di bagian bawah air. Warga mau tak mau harus melakukan itu akibat rawan air bersih.

Meski begitu, saat ini debit air Cikukulu tersisa sekitar 1.000 m3 lagi. Di luar itu, ketersediaan air di Desa Greged yang berasal dari program nasional Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang didanai APBN setiap tahun berkurang. Kini, debit air dari Pamsimas rata-rata hanya menyisakan sekitar 1.500 m3/bulan.

"Sedangkan, kebutuhan air bersih warga mencapai sekitar 4.500 m3/bulan," ucapnya.

PILIHAN:
Ini Dua Air Terjun Baru di Nganjuk
(zik)
Berita Terkait
3.921 Warga Sukamukti...
3.921 Warga Sukamukti Cikarang Dipasok 80.000 Liter Air Bersih
Musim Kemarau, 12 Kecamatan...
Musim Kemarau, 12 Kecamatan di Majalengka Rawan Kekurangan Air Bersih
Warga Desa Tumpabiring...
Warga Desa Tumpabiring Maros Kesulitan Air bersih
Kiai Muda Ganjar Salurkan...
Kiai Muda Ganjar Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Bojonegoro
Warga Kunjorowesi Mojokerto...
Warga Kunjorowesi Mojokerto Mulai Krisis Air Bersih
Prihatin Warga Pesisir...
Prihatin Warga Pesisir Kekeringan, Kodim 1422 Maros Bagikan Air Bersih
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
3 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
3 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
3 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
3 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
4 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
4 jam yang lalu
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved