Drainase Memprihatinkan

Selasa, 14 Juli 2015 - 12:39 WIB
Drainase Memprihatinkan
Drainase Memprihatinkan
A A A
MEDAN - Memasuki musim pancaroba (peralihan dua musim) yang saat ini melanda Kota Medan, menyebabkan curah hujan di Kota Medan cukup tinggi.

Kondisi itu menjadi ancaman bagi wilayah yang kondisi drainasenya buruk. Seperti di Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, drainasenya sangat memprihatinkan. Kondisinya benar-benar tidak berfungsi. Tingginya curah hujan plus penumpukan sampah yang terjadi di gorong-gorong di wilayah dekat Pasar Helvetia telah menyebabkan banjir.

Bahkan, saat ini kendati belum berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, Jalan Cempaka termasuk Jalan Cempaka Raya kerap tergenang air hingga 30 cm saat hujan deras. Kepala Lingkungan (Kepling) 8 Kelurahan Helvetia Tengah, Agus Lubis, mengatakan, air dari saluran parit warga tidak bisa lagi ditampung gorong- gorong yang ada.

“Gorong- gorong sudah di bawah air, jadinya kalau air itu sudah melimpah, hanya bisa tertahan di parit warga, tidak mengalir,” kata Agus kepada KORAN SINDO MEDAN Senin (13/7). Untuk mengatasi permasalahan yang sudah terjadi bertahun- tahun lamanya itu, pihaknya beserta beberapa kepala lingkungan sudah melaporkannya ke dinas terkait melalui Pemko Medan.

“Kami sudah mengajukan saat musrenbang. Pemko sudah meminta data-data jalan daerah mana, persimpangan mana yang kondisi drainasenya parah, dan kami sudah berikan datanya,” kata Agus. Bahkan, pengajuan perbaikan gorong-gorong tersebut tidak hanya sekali dilakukan, tetapi sudah sejak lima tahun lalu.

Namun, bukannya ditanggapi, pengecekan lapangan atau survei pun tidak ada dilakukan pihak terkait, yakni Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Kota Medan. “Pengajuan sudah sejak lima tahun, tapi disurvei pun tidak. Kalau ada survei, kami pasti tahu,” kata Agus didampingi Kepling Lingkungan 7, Adi. Menurut Agus, belum adanya survei tersebut menunjukkan Dinas Tarukim terkesan tidak peduli dengan keluhan masyarakat.

“Kalau gotong-royong, tiap Sabtu kami lakukan. Tapi permasalahannya di gorong-gorong yang susah sangat banyak sampahdanperludibongkardan diperbaiki,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya mengeluhkan kinerja sopir truk pengangkut sampah di Dinas Kebersihan Kota Medan yang diketahui bermarga Simamora. “Dia hanya mengangkut sampah orang yang bayar. Padahal, sampah di pinggir jalan itu seharusnya diangkut,” ucapnya.

Syukri amal
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu...
KPK Gelar OTT di Labuhanbatu Sumatera Utara
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
7 menit yang lalu
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
50 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
2 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved