10 Jasad Korban Belum Teridentifikasi

Minggu, 05 Juli 2015 - 12:04 WIB
10 Jasad Korban Belum...
10 Jasad Korban Belum Teridentifikasi
A A A
MEDAN - Tim Disaster and Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 119 jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 TNI-AU hingga Sabtu (4/7) sore dan diserahkan ke keluarganya.

Sementara yang belum teridentifikasi sebanyak 10 jenazah dan dinyatakan sebagai Mr X. Direktur Eksekutif DVI Indonesia Anton Castilani menegaskan, selain itu terdapat sebanyak 22 potongan tubuh. Hanya, jumlah tersebut tidak bisa digabungkan dengan 10 jenazah yang tidak bisa diidentifikasi atau disebut 32 orang karena bisa saja potongan tubuh tersebut berkaitan dengan jasad Mr X tadi.

“Semua jasad dan potongan tubuh sudah dikumpulkan dan disimpan dalam lemari pendingin,” katanya dalam konferensi pers di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Sabtu (4/7) sore. Untuk mengetahui identitas korban jatuhnya Hercules C-130 di Jalan Djamin Ginting yang belum dikenali, pihaknya harus melakukan tes DNA.

Darah korban dan darah keluarga terdekat akan diperiksa, disertai dengan rambut dan potongan tubuh korban. Proses pemeriksaan dilakukan di Jakarta dan bila tidak ada halangan, hasilnya bisa diketahui dalam dua pekan ke depan. Jika tim mengalami kendala, hasilnya baru bisa keluar hingga dua bulan.

Kendalanya bisa berupa salah satu sampel darah tidak cocok, apalagi jika sampel darah yang diambil dari keluarga jauh. Karena itu, sampel darah harus dari orang tua kandung atau saudara kandung. “Analisis DNA ini perlu mobilitas dalam melakukan identifikasi. Butuh waktu dalam pemeriksaannya. Begitu hasil sudah keluar, kami akan langsung menghubungi pihak keluarga.

Pemberitahuan ini bisa dilakukan bersamaan atau satu persatu. Tergantung mana yang cepat,” papar Anton Castilani. Dalam satu kejadian bisa saja ada kemungkinan tubuh korban tidak teridentifikasi sama sekali. Bahkan ada juga kemungkinan meskipun hasil tes DNA sudah keluar, keluarga tidak mengetahui atau tidak mengakuinya.

Apabila hal ini terjadi, pihaknya duduk bersama dengan pihak terkait seperti Kementerian Sosial (Kemensos), ulama, keluarga korban, dan lainnya untuk menentukan langkah selanjutnya. Biasanya jenazah akan dimakamkan dengan bantuan pembiayaan dari Kemensos. “Untuk menentukan mayat tersebut dinyatakan sebagai orang tidak dikenal tidak ada batasan, hanya saja biasanya ditunggu dua sampai enam bulan.

Selama kurun waktu itu, mayat disimpan dalam lemari pendingin. Yang pasti tidak dikuburkan massal, tapi menjadi beberapaliang. Kalaukuburanmassal kan semua disatukan dalam satu liang, tapi ini tidak,” katanya. Anton menambahkan, hingga kemarin sore data-data yang didapat dari Post Mortem di RSUP H Adam Malik terkait korban jatuhnya Hercules sudah dimasukkan dalam database milik mereka.

Pihaknya saat ini sedang membandingkan informasi yang didapat dari post mortem atau data korban setelah meninggal dengan data yang ada di ante mortem atau data diri korban sebelum meninggal dunia. Selain itu, mulai hari ini Posko Post Mortem dan Ante Mortem jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 tidak lagi di RSUP H Adam Malik, tapi dipindahkan ke RS Bhayangkara.

Selanjutnya, kegiatan penangananmasalahiniditangani Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Sumut. “Jadi, kegiatan di RSUP Adam Malik sudah selesai,” ungkap Anton. Kepala Bidokkes Polda Sumut, Komisaris Besar (Kombes) Pol Setyo P me-nambahkan, kegiatan Posko Post Mortem dan Ante Mortem jenazah korban pesawat Hercules C- 130 telah selesai, tapi operasi DVI belum selesai.

Jenazah yang sudah diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarganya sampai kemarin sore berjumlah 119 jenazah, sedangkan yang belum teridentifikasi atau dinyatakan Mr X berjumlah 10 orang dan potongan tubuh sebanyak 22 bagian. “Saat ini masih disimpan dalam tempat pendingin, sedangkan kegiatan identifikasi dipindahkan ke RS Bhayangkara,” ucapnya.

KepalaRSUBhayangkara Medan Kombes Pol Diedit mengungkapkan, jenazah yang sudah teridentifikasi hari ini sudah dijemput keluarganya dan dibawa ke kampung halamannya. Beberapa jenazah yang sudah dipulangkan ke keluarganya kemarin antara lain Sanda Berliana (Madiun, Jawa Timur),

Siti Halimah (Pekanbaru, Riau), Arni Walidah (Sidikalang, Kabupaten Dairi), Dame Marlina Simanungkalit (Tarutung, Tapanuli Utara), Nurdiah (Jalan Almunium Gang Timah, Medan). “Ada yang dijemput keluarganya dan dikembalikan ke kampung halamannya,” ujarnya.

Reza shahab
(bbg)
Berita Terkait
Potensi Sikomandan Cukup...
Potensi Sikomandan Cukup Besar di Sumatera Utara
Penyuluh di Sumatera...
Penyuluh di Sumatera Utara Ikuti Pelatihan TOT Proyek SIMURP
Bentrok 2 Fakultas Pecah,...
Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan
UP DATE Covid-19 Provinsi...
UP DATE Covid-19 Provinsi Sumatera Utara
Permintaan Turun, Ekspor...
Permintaan Turun, Ekspor Karet Sumatera Utara Anjlok
Kabanjahe Karo Sumatera...
Kabanjahe Karo Sumatera Utara Diguncang Gempa M4,7
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
6 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
27 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
35 menit yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
39 menit yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
1 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved