Datu Banua Lima, Panglima yang Ditakuti Prajurit Majapahit (Bagian 2/Habis)

Sabtu, 04 Juli 2015 - 05:00 WIB
Datu Banua Lima, Panglima...
Datu Banua Lima, Panglima yang Ditakuti Prajurit Majapahit (Bagian 2/Habis)
A A A
Pada Tahun 1387 atau 29 tahun setelah terjadinya peperangan antara Majapahit dan Tanjungpuri, berdiri sebuah Kerajaan Hindu di Borneo yang bernama Nagaradipa.

Kepala pemerintahannya bernama Empu Jatmika, seorang pelarian dari Kerajaan Kediri. Karena tingkah lakunya yang baik dan santun, dia disukai oleh Raja Tanjungpuri yang bernama Sri Baginda Kartapala (anak Sri Baginda Darmapala).

Oleh Sri Baginda Kartapala, Empu Jatmika ditawari agar anaknya Lambung Mangkurat untuk mengawini anaknya yang bernama Putri Junjung Buih.

Tapi karena merasa terlalu tua, Lambung Mangkurat menyuruh anaknya Raden Putera untuk mengawini Putri Junjung Buih.

Raden Putera adalah anak Lambung Mangkurat dari perkawinan dengan Urang Biaju (Dayak Ngaju). Singkat cerita akhirnya Raden Putra menikah dengan Putri Junjung Buih.

Sejak saat itu Sri Baginda Kartapala menyerahkan seluruh kekuasaan dan wilayah Tanjungpuri kepada Kerajaan Nagaradipa.

Dengan bantuan Majapahit akhirnya Negaradipa menjadi kerajaan yang kuat di Borneo. Namun demikian sebagai timbal baliknya Negaradipa menjadi Negara bagian Majapahit atau dikenal dengan istilah “sakai”

Kerajaan Nagaradipa sendiri mengangkat Raden Putera sebagai raja yang bergelar Pangeran Suryanata.

Namun ada sesuatu hal yang bergejolak di dalam pemerintahan Nagaradipa, yaitu saling berebut pengaruh antara pendatang dari Majapahit yang sengaja disusupkan jadi pejabat di Nagaradipa dengan orang-orang Tanjungpuri yang ikut mengabdi jadi pejabat di kerajaan.

Apalagi setelah para pejabat Majapahit mampu mempengaruhi Patih Lambung Mangkurat yang akhirnya memutuskan melarang adat istiadat Melayu dan Dayak di Kerajaan Nagaradipa.

Pakaian adat harus mengikuti gaya pakaian orang Majapahit. Mendengar hal tersebut, lima Panglima Tanjungpuri yang sudah tua-tua menjadi berang.

Kelima Panglima ini sangat kecewa sekali sebab mereka sudah bersumpah tidak akan tunduk dengan Majapahit.

Tapi karena masih menghormati Putri Junjung Buih sebagai cucu Sri Baginda Darmapala, kelima Panglima tersebut mampu menahan diri.

Setelah itu kelima panglima masing-masing memutuskan untuk mengasingkan diri ke Pegunungan Maratus.

Para keluarga Kerajaan Tanjungpuri pun terpecah dua, ada yang mandukung Nagaradipa dan ada juga yang tidak.

Yang tidak mendukung akhirnya ikut mengasingkan diri ke Pegunungan Maratus di bawah pimpinan Pangeran Kuripan ke-10 mengikuti para Datu Banua Lima.

Tempat berkumpulnya para keluarga Kerajaan Tanjungpuri di Pegunungan Maratus yang di pimpin Pangeran ke 10 adalah Manggajaya.

Melihat hal tersabut Patih Lambung Mangkurat merasa terancam, lalu atas bantuan Majapahit dia mengirim pasukan di bawah pimpinan Hulu Balang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa ke daerah Banua Lima yaitu Batang Tabalong, Batang Balangan, Batang Alai, Batang Hamandit dan Batang Tapin supaya tunduk terhadap kekuasaan Nagaradipa.

Dibantu pasukan Majapahit pimpinan Hulubalang Arya Megatsari dan Tumenggung Tatah Jiwa, ke lima daerah itu akhirnya bisa ditaklukkan.

Sementara Pangeran Kuripan ke-10 berhasil diselamatkan oleh Datu Banua Lima dan disembunyikan di daerah Manggajaya (Wilayah Kecamatan Batang Alai Timur sekarang) di Pegunungan Meratus.

Kelima wilayah Banua Lima tersebut memang bisa ditaklukan, tapi daerah Manggajaya tak ada berani yang menyerang ke sana walaupun dibantu prajurit Majapahit.

Mereka gentar karena mendengar cerita lima orang panglima sakti yang bergelar Datu Banua Lima bermukim disitu untuk mengasingkan diri.

Selain itu juga topografi daerahnya yang dikelilingi banyak pegunungan sehingga sangat bagus untuk sebuah tempat pertahanan.

Konon keturunan Datu Banua LIma di wilayah Manggajaya juga dikenal sebagai sosok pemberani dan turut berjuang dalam melawan penjajah Belanda dan selama perang kemerdekaan Indonesia.

Sumber :

- banuahujungtanah
- hikayat Datu Banua Lima
- hikayat Manggajaya
- wikipedia dan diolah dari berbagai sumber
(sms)
Berita Terkait
Sejarah Kota Natal dan...
Sejarah Kota Natal dan Hubungannya dengan Kerajaan Pagaruyung
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Gagal Meracuni Sawunggaling,...
Gagal Meracuni Sawunggaling, Belanda Murka dan Rakyat Surabaya Digilas
RS Simpang, Perjalanan...
RS Simpang, Perjalanan Penuh Wabah dan Penampung Korban Perang
Mengembalikan Identitas...
Mengembalikan Identitas Sejati Kota Medan sebagai Kota Perdagangan dan Saudagar
Kisah Purnawarman, Raja...
Kisah Purnawarman, Raja Tarumanegara Penunggang Gajah yang Miliki Kekuatan Bak Dewa Wisnu
Berita Terkini
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
9 menit yang lalu
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
23 menit yang lalu
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
46 menit yang lalu
Titik-titik Demo di...
Titik-titik Demo di Jakarta Hari Ini, Masyarakat Diimbau Cari Jalur Alternatif
1 jam yang lalu
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
2 jam yang lalu
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
2 jam yang lalu
Infografis
3 Pemain Timnas Indonesia...
3 Pemain Timnas Indonesia yang Menjadi Prajurit TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved