Hilangkan Penat Sembari Menikmati Suasana Pedesaan

Senin, 29 Juni 2015 - 11:56 WIB
Hilangkan Penat Sembari...
Hilangkan Penat Sembari Menikmati Suasana Pedesaan
A A A
Penat dengan kesibukan sehari- hari, beban kerja yang menumpuk atau permasalahan rumah tangga yang tak kunjung selesai ada kalanya dihilangkan dengan bersantai sejenak.

Meski Ramadan, rasa penat tersebut bisa saja dihilangkan dengan berwisata dan beribadah. Jika anda ingin melewatkan waktu menunggu beduk magrib dengan suasana baru, tak ada salahnya menikmati suasana alam pedesaan di dataran tinggi kawasan Kecamatan Patuk, tepatnya di Desa Wisata Jelok, Desa Beji.

Di desa wisata yang terletak 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta ini memang menawarkan suasana tempo dulu. Memasuki desa wisata ini pengunjung akan disambut dengan jembatan gantung yang Sungai Oya cukup panjang. Yang lebih unik lagi, tiang-tiang jembatan yang didesain seperti kotak setinggi 180 cm dari dasar jembatan dilukis dengan lukisan batik. Jembatan ini satu-satunya akses paling mudah untuk menuju ke Desa Wisata Jelok.

“Jembatan ini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua ataupun jalan kaki, sehingga mobil harus ditinggal di pintu masuk,” tutur salah seorang penggerak Desa Wisata Jelok, Sukri. Setelah melewati jembatan, pengunjung disambut dengan lampu-lampu mirip dengan di Ubud Bali yang berjajar di sisi kiri jalan perkampungan tersebut. Sekitar 200 kemudian, pengunjung akan melihat beberapa bangunan tradisional bekas kandang sapi yang berjajar rapi menambah suasana semakin asri.

Nyanyian burung perkutut dari belasan sangkar burung yang digantung di tepi genting masingmasing bangunan menambah suasana alam pedesaan semakin kental. Embusan angin serta siulan gesekan daun tebu dan hamparan hijau sawah serta rumput di sekitar bangunan tersebut memang mampu menghilangkan beban dari para pengunjung. Namun yang paling menarik di Desa Wisata ini adalah menumenu yang ditawarkan di desa wisata ini sangat tradisional. Menu utama yang ada di Desa wisata ini adalah Gudeg Sinuwun, yaitu gudeg berbahan dasar jantung batang pisang.

“Ini mungkin satu-satunya ada di sini. Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi juga beberapa kali ke sini,” paparnya. Tak hanya Gudeg Sinuwun, pengunjung juga bisa mendapatkan menu yang lain yaitu sayur lombok ijo, ayam goreng kampung disertai dengan minuman khas kampung, teh poci dan wedang secang. Soal harga, jangan khawatir karena pengunjung tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk dapat menikmati semua menu tersebut.

Salah seorang pengunjung yang kebetulan melewatkan ngabuburit bersama koleganya dari instansi pemerintah DIY, Andri mengatakan, suasana alam pegunungan yang sangat asri dan hamparan sawah yang menghijau membuat suasana pedesaan sangat dirindukan.

Menu tradisional Gudeg Sinuwun menyajikan sensasi rasa yang berbeda dari tempat lain. “Coba rasakan sensasinya, pasti akan terasa beda dibanding kampung Ramadan yang lain,” ujarnya.

Erfanto Linangkung
Bantul
(ars)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
2 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
3 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved