Giliran GP Ansor Ikut-ikutan Tolak Pak Tjip

Sabtu, 20 Juni 2015 - 11:37 WIB
Giliran GP Ansor Ikut-ikutan...
Giliran GP Ansor Ikut-ikutan Tolak Pak Tjip
A A A
SIDOARJO - Keinginan Hadi Sutjipto bisa mendampingi Saiful Ilah untuk kedua kalinya, tak semulus yang dibayangkan.

Gelombang penolakan terus berdatangan dari kalangan PKB dan Nahdlatul Ulama (NU). Setelah sebelumnya kader muda PKB dan MWC NU, kini giliran Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sidoarjo mengisyaratkan untuk menolak Hadi Sutjipto mendampingi Saiful Ilah. Bahkan, pengurus GP Ansor Sidoarjo menggelar jumpa pers, kemarin.

Dalam jumpa pers itu, ditegaskan jika mereka meminta yang menjadi cawabup untuk mendampingi Saiful Ilah berasal dari kader muda. Ketika ditanya apakah Pak Tjip (panggilan akrab Hadi Sutjipto) merupakan kader muda? Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono dengan lantang menjawab, bukan. “Tentunya kami tahu kader muda NU yang mendaftar cabup maupun cawabup,” ujar dia.

Awalnya, Slamet mengatakan, pihaknya menginginkan cabup-cawabup dari kader muda NU. Namun, ketika ditanya jika cabup PKB dari kader tua, dia meminta agar cawabupnya dari kader muda NU. “Karena cabupnya sudah Abah Saiful, cawabupnya harus dari kader muda NU,” tutur dia.

Mengenai apakah Ansor sudah menentukan dukungan kepada salah satu kandidat calon, menurut Slamet, saat ini belum. Namun, calon yang akan didukung nantinya berasal dari kader muda NU dan peluang menangnya tinggi. GP Ansor menggelar jumpa pers sehari setelah MWC NU menyatakan sikap menolak pencalonan Hadi Sutjipto seraya meminta kader muda NU untuk mendampingi Saiful Ilah.

Tampaknya, setelah ada sinyal kuat jika pengurus DPP PKB akan menjatuhkan rekomendasi cawabup PKB kepada Pak Tjip, gelombang penolakan terus menguat, terutama dari kalangan NU dan banom-nya (underbow). Selain GP Ansor, tidak menutup kemungkinan banom NU lainnya juga akan bergerak.

Gerakan penolakan kepada Pak Tjip seolah-olah ingin menegaskan jika kalangan NU tidak menginginkan wakil bupati itu mendampingi Saiful Ilah. Namun, di sisi lain, kiai sepuh NU menghendaki agar Pak Tjip dan Saiful Ilah tetap bersama. Sayangnya, Hadi Sutjipto enggan berkomentar terkait penolakan ini.

Dia mengaku fokus mengikuti penjaringan cawabup di PKB. Sedangkan di kalangan PNS dan birokrat, banyak yang menghendaki agar SUCI (Saiful- Sutjipto) diteruskan. Karena jika tokoh yang kini menjadi bupati dan wakil bupati itu pisah, PNS akan sulit menentukan pilihan. “Apalagi kalau Pak Saiful dan Pak Tjip sama-sama maju cabup, kami yang serba salah,” ujar salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya.

Sudah menjadi rahasia umum saat pilkada, birokrat mempunyai peran penting dalam perolehan suara, terutama camat dan kepala dinas, tentunya akan berpihak kepada salah satu pasangan calon.

Abdul rouf
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Roy Suryo Siapkan Saksi...
Roy Suryo Siapkan Saksi Buktikan Penangkapannya Tidak Sesuai Aturan
10 menit yang lalu
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
27 menit yang lalu
BMKG Perkirakan Fenomena...
BMKG Perkirakan Fenomena El Nino Berlangsung 9-12 Bulan
49 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
1 jam yang lalu
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
2 jam yang lalu
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved