TNGM Uji Coba Aturan Baru Pendakian Merapi

Jum'at, 19 Juni 2015 - 18:41 WIB
TNGM Uji Coba Aturan...
TNGM Uji Coba Aturan Baru Pendakian Merapi
A A A
SLEMAN - Selama satu bulan ke depan, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menguji coba aturan untuk para pendaki. Jika tidak efektif, akan kembali dilakukan evaluasi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) TNGM, Tri Atmojo mengatakan, uji coba dimulai pada Jumat (19/6/2015) ini. Dari Basecamp Selo, pendaki akan dicek terlebih dahulu peralatan maupun logistiknya.

"Hari ini dimulai. Meski puasa, tapi tetap ada yang naik. Hanya jumlahnya tidak banyak seperti di hari biasa," kata dia.

Di hari biasa, jumlah pendaki di kisaran 500 orang. Sementara, di hari puasa ini menurun menjadi seratusan orang. "Puncak-puncaknya di Jumat atau Sabtu."

Lanjut dia, jika nantinya ditemukan ada pendaki yang bekalnya tak sesuai standar, akan diminta pulang terlebih dahulu. Jika sudah siap, baru diperbolehkan.

"Kalau tidak sesuai standar akan diminta untuk ganti atau dilarang naik," ujarnya.

Sementara ini, pihaknya memang masih belum menyediakan suatu koperasi, penyewaan alat pendakian di dekat basecamp. Namun, wacana tersebut tetap ada. Kemungkinan nantinya bekerja sama dengan masyarakat setempat.

"Ada rencana seperti itu. Tapi tidak komersil, hanya untuk edukasi saja agar tahu standarnya seperti apa dan pemeliharaannya bagaimana," ucapnya.

Mengenai pemantauan memakai alat Closed Circuit Television (CCTV) milik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta untuk memantau pendaki, dilakukan setiap hari. Hal ini dilakukan agar tak ada yang melebihi batas, hanya diperbolehkan sampai ke Pasar Bubrah.

Sementara, Kepala TNGM Edy Sutiyarto menambahkan, terkait kuota maksimal hanya sampai 2.500 orang. Itu pun hanya di hari-hari tertentu, seperti 17 Agustus atau tahun baru.

"Januari lalu kita tentukan, dari fakta dan pengalaman. Juga wilayah yang menjadi tempat tujuan, kapasitasnya berapa sih, agar tetap aman dan nyaman. Jadi kita tetapkan hanya sampai 2.500 orang saja," katanya.

Ketika sudah sampai ke batas maksimal, terutama saat event-event tertentu, secara tegas tidak akan ditambah karena mempertimbangkan juga petugas yang mengawasinya. "Setiap sebelum event itu kita umumkan," ucapnya.
(zik)
Berita Terkait
Ratusan Anggota SAR...
Ratusan Anggota SAR Dikerahkan Cari Pendaki Sleman yang Hilang di Lereng Merapi
Pendaki Gunung Arjuno...
Pendaki Gunung Arjuno Hilang saat Berusaha Menyelamatkan Rekannya yang Terjatuh
Update Identitas Lengkap...
Update Identitas Lengkap 16 Jenazah Pendaki Korban Letusan Gunung Marapi
Warga Cangkringan yang...
Warga Cangkringan yang Naik Merapi Belum Pulang, Dikenal Orang Baik
Mendaki Bersama 13 Temannya,...
Mendaki Bersama 13 Temannya, Pendaki Asal Garut Hilang di Gunung Guntur
Diguyur Hujan, Dua Pendaki...
Diguyur Hujan, Dua Pendaki Dikabarkan Hilang di Gunung Penanggungan Mojokerto
Berita Terkini
Teladani KH. Wahab Hasbullah,...
Teladani KH. Wahab Hasbullah, Menag Dorong Pesantren Cetak Generasi Unggul
20 menit yang lalu
24 RW di Jakarta Bakal...
24 RW di Jakarta Bakal Alami Gangguan Air Bersih, Ini Penyebabnya
1 jam yang lalu
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
2 jam yang lalu
CFD Rasuna Said Tetap...
CFD Rasuna Said Tetap Digelar Minggu 7 Juni, Catat Waktunya!
2 jam yang lalu
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
4 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved