DKI Pinjam Duit ke Bank Dunia, Kelebihan Rp400 M
Rabu, 10 Juni 2015 - 05:36 WIB
DKI Pinjam Duit ke Bank Dunia, Kelebihan Rp400 M
A
A
A
JAKARTA - Pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dari Bank Dunia (World Bank) untuk program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) kelebihan Rp400 miliar. Kelebihan itu dikarenakan nilai tukar dolar terhadap rupiah sedang melemah.
"Dolar terjadi apresiasi begitu tinggi, pinjaman JEDI kita kan jadi kelebihan duit Rp400 miliar lebih," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 9 Juni 2015.
Dia menambahkan, pinjaman yang diterima dari Bank dunia dalam bentuk dolar Amerika, sementara untuk membayar kontraktor dalam bentuk rupiah.
"Ya kan kita pinjam dolar ni. Kontraktor kan rupiah. Nah tiba-tiba dolar jadi Rp 13.500. Ya kelebihan rupiah," ucapnya.
Sebelumnya, pada tahun 2013 perwakilan Bank Duni mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Namun, menurut Ahok kala itu, kedatangan perwakilam tersebut hanya sebagai konsultan pembanguanan.
"Sebagai konsultan. Otomatis dengan pengalaman dia diberbagai dunia dan juga dia bisa menyediakan dana pinjaman lunak. Supaya bisa sekali geblok, langsung jalan. Tapi belum tentu kita yang minjem, bisa saja pusat yang minjem," kata Ahok di Jakarta, Jumat 15 Maret 2013.
Sekadar diketahui, Bank Dunia (World Bank) meminjamkan dana sebesar 150.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,65 triliun. Dari pinjaman itu, setelah di rupiahnya DKI kelebihan pinjaman sebesar Rp400 miliar.
Baca:
Pemprov DKI pinjam uang ke world bank?
Soal JEDI, Ahok minta World Bank transparan
Jokowi mulai Proyek JEDI di Waduk Melati
"Dolar terjadi apresiasi begitu tinggi, pinjaman JEDI kita kan jadi kelebihan duit Rp400 miliar lebih," kata Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 9 Juni 2015.
Dia menambahkan, pinjaman yang diterima dari Bank dunia dalam bentuk dolar Amerika, sementara untuk membayar kontraktor dalam bentuk rupiah.
"Ya kan kita pinjam dolar ni. Kontraktor kan rupiah. Nah tiba-tiba dolar jadi Rp 13.500. Ya kelebihan rupiah," ucapnya.
Sebelumnya, pada tahun 2013 perwakilan Bank Duni mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Namun, menurut Ahok kala itu, kedatangan perwakilam tersebut hanya sebagai konsultan pembanguanan.
"Sebagai konsultan. Otomatis dengan pengalaman dia diberbagai dunia dan juga dia bisa menyediakan dana pinjaman lunak. Supaya bisa sekali geblok, langsung jalan. Tapi belum tentu kita yang minjem, bisa saja pusat yang minjem," kata Ahok di Jakarta, Jumat 15 Maret 2013.
Sekadar diketahui, Bank Dunia (World Bank) meminjamkan dana sebesar 150.000 dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,65 triliun. Dari pinjaman itu, setelah di rupiahnya DKI kelebihan pinjaman sebesar Rp400 miliar.
Baca:
Pemprov DKI pinjam uang ke world bank?
Soal JEDI, Ahok minta World Bank transparan
Jokowi mulai Proyek JEDI di Waduk Melati
(mhd)