Kakek Lumpuh Berusia 90 Tahun Hidup di Gubuk Reot

Selasa, 09 Juni 2015 - 16:59 WIB
Kakek Lumpuh Berusia...
Kakek Lumpuh Berusia 90 Tahun Hidup di Gubuk Reot
A A A
SAMPANG - Mawi (90) seorang kakek dengan kondisi lumpuh hidup sebatang kara di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Ironisnya, sang kakek tinggal di sebuah gubuk yang sangat tidak layak huni.

Gubuk reot yang ditempati Mawi warga Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Kota, Kabupaten Sampang ini hanya beralaskan banner bekas dengan bantal karung beras.

Di gubuk reot yang berukuran 4 X 5 meter tersebut hanya ada ranjang yang terbuat dari bambu. Sayangnya, Mawi tidak bisa menikmati ranjang itu lantaran kondisi fisiknya yang lumpuh.

Rupanya kakek renta ini nyaris tidak tersentuh bantuan dari pemerintah setempat. Ia hanya menerima bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600.000 . Itu pun hanya sekali bantuan diterima. Sedangkan bantuan yang lain tidak pernah didapat.

Salah seorang tetangga Mawi, Syamsuri menyatakan, orang tua dari kakek Mawi yang bernama Bunasari dan Busiri telah meninggal dunia sejak lama.

Kini, Mawi tinggal sebatang kara. Untuk menyambung hidup, Mawi hanya mengharap belas kasihan para tetangga dan kerabat.

"Karena kondisinya yang seperti itu, kakek Mawi dalam memenuhi kehidupan sehari-hari dari para tetangga," timpal Syamsuri.

Menurutnya, kelumpuhan pada kaki Mawi akibat digigit ular. Saat itu Mawi langsung dibawa ke RSUD Sampang pasca digigit ular. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan, tetapi terkena lumpuh.

"Sejak itu kakek Mawi hanya bisa duduk dan terbaring karena lumpuh. Selama ini kakek Mawi hanya sekali mendapat bantuan dari pemerintah berupa BLT senilai Rp600.000. Setelah itu tidak dapat lagi. Kami berharap pemerintah bisa membantu kakek Mawi untuk menyambung hidup," paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Sampang, Malik Amrullah mengaku, tidak mengetahui ada salah satu warganya yang tinggal di sebuah gubuk dengan kondisi lumpuh.

"Saya dari dulu tidak tahu, kalau dari awal saya tahu pasti Dinas Sosial sudah memberikan perhatian. Kami akan terjun ke lapangan untuk melihat langsung kondisinya," kata Malik pada wartawan saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2015).
(sms)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
7 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
8 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
9 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
9 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
9 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved