Sulit Dapatkan Pupuk Urea, Petani Bangkalan Unjuk Rasa
Senin, 08 Juni 2015 - 11:03 WIB
Sulit Dapatkan Pupuk Urea, Petani Bangkalan Unjuk Rasa
A
A
A
BANGKALAN - Puluhan petani dari Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur menggelar unjuk rasa di gedung dewan setempat, Senin (8/6/2015). Mereka mendesak pupuk urea segera didistribusikan.
Sebab, petani sangat membutuhkan pupuk urea untuk menyuburkan tanaman padinya yang mulai menguning. Jika tidak segera diberi pupuk, tanaman padi mengering.
Petani kesulitan mendapatkan pupuk urea sejak satu pekan terakhir. Sebab, Gudang Pupuk Penyangga (GPP) yang berada di Desa Keleyan, Kecamatan Socah disegel oleh Polrestabes Surabaya.
Akibatnya, pihak GPP tidak bisa memasukkan pupuk ke dalam gudang dan mengeluarkan pupuk kepada distributor. Hal ini membuat para petani yang ada di Bangkalan kelimpungan.
"Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi pada wakil rakyat. Sekarang para petani membutuhkan pupuk untuk tanaman padi, tapi pupuknya tidak ada akibat gudang disegel," terang korlap aksi, Abdul Aziz.
Menurut Aziz, pihaknya mendesak dewan supaya membantu persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Jika tidak segera diatasi, bisa dipastikan tanaman padi petani kering.
"Kalau sudah begitu, maka petani yang rugi. Tidak hanya itu, program pemerintah untuk swasembada pangan terancam gagal."
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman berjanji menindaklanjuti aspirasi dari petani tersebut. Dirinya juga akan memanggil pihak-pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan Peternakan untuk mengatasi persoalan ini.
"Kami akan duduk bersama dengan sejumlah pihak untuk membahas persoalan ini, supaya petani segera mendapat pupuk," ucap Fatkurrahman saat menemui pengunjuk rasa.
Sebab, petani sangat membutuhkan pupuk urea untuk menyuburkan tanaman padinya yang mulai menguning. Jika tidak segera diberi pupuk, tanaman padi mengering.
Petani kesulitan mendapatkan pupuk urea sejak satu pekan terakhir. Sebab, Gudang Pupuk Penyangga (GPP) yang berada di Desa Keleyan, Kecamatan Socah disegel oleh Polrestabes Surabaya.
Akibatnya, pihak GPP tidak bisa memasukkan pupuk ke dalam gudang dan mengeluarkan pupuk kepada distributor. Hal ini membuat para petani yang ada di Bangkalan kelimpungan.
"Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi pada wakil rakyat. Sekarang para petani membutuhkan pupuk untuk tanaman padi, tapi pupuknya tidak ada akibat gudang disegel," terang korlap aksi, Abdul Aziz.
Menurut Aziz, pihaknya mendesak dewan supaya membantu persoalan yang sedang dihadapi masyarakat saat ini. Jika tidak segera diatasi, bisa dipastikan tanaman padi petani kering.
"Kalau sudah begitu, maka petani yang rugi. Tidak hanya itu, program pemerintah untuk swasembada pangan terancam gagal."
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangkalan Fatkurrahman berjanji menindaklanjuti aspirasi dari petani tersebut. Dirinya juga akan memanggil pihak-pihak terkait seperti Dinas Pertanian dan Peternakan untuk mengatasi persoalan ini.
"Kami akan duduk bersama dengan sejumlah pihak untuk membahas persoalan ini, supaya petani segera mendapat pupuk," ucap Fatkurrahman saat menemui pengunjuk rasa.
(zik)