Teknik Smok Jadi Andalan Baru

Senin, 01 Juni 2015 - 10:20 WIB
Teknik Smok Jadi Andalan...
Teknik Smok Jadi Andalan Baru
A A A
SLEMAN - Perajin batik di Sleman berhasil mengembangkan pembuatan batik dengan teknik baru, yaitu smok. Teknik ini menambah keragaman pembuatan batik selain jumputan dan tritik.

Berbeda dengan dua teknik sebelumnya, teknik smok lebih menekankan jahit cubit untuk mendapatkan gradasi warna yang cantik. Teknis smok ini merupakan teknik batik nasional yang baru dikenalkan di Sleman dan Kebumen. “Keunggulan teknik smok ini lebih pada permainan warna,” ungkap pelatih batik smok dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman Djijono, 65, di sela-sela memberikan pelatihan akhir pekan lalu.

Djijono mengungkapkan teknik smok tidak dijelujur seperti tritik, tapi dijahit cubit. Kain diambil beberapa sisi seperti dicubit hingga ada kerutan lalu dijahit. Nanti hasilnya ada gradasi warnanya. Untuk membuat batik teknik smok, langkah pertama dengan membuat pola titik-titik yang akan dismok. Kemudian di-smok dengan benang jahit. Setelah itu dikombinasikan dengan dijumput atau di-tritik. “Kain untuk pembuatan batik smok, yakni jenis primiima,” paparnya.

Djiyono menjelaskan, kain yang telah di-smok diisi dengan manik-manik lalu diikat. Setelah itu memasuki tahap pewarnaan dengan teknis pencelupan selama lima menit. Kain yang sudah dicelup selanjutnya dijemur dan setiap sepuluh menit sekali dibalik-balik sampai memunculkan warna yang diinginkan. Selanjutnya, kain dicelup dan dijemur lagi.

“Agar warna tidak luntur, selain direndam menggunakan air panas. Setelah kain dimasukkan dalam larutan akisir, kemudian dikeringkan dan terakhir jahitannya dibuka,” katanya. Peserta pelatihan, warga Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sunartinah, 63, menambahkan, batik smok lebih sulit daripada batik ikat.

Priyo setyawan
(ftr)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Kemenkes Tunggak 80%...
Kemenkes Tunggak 80% Pembayaran Penanganan COVID-19 ke RSUD Yogya
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
2 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
2 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
2 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
2 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
2 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
3 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved