Pendaki Merapi Bakal Dipulangkan Jika Peralatan Tak Lengkap

Senin, 01 Juni 2015 - 06:05 WIB
Pendaki Merapi Bakal...
Pendaki Merapi Bakal Dipulangkan Jika Peralatan Tak Lengkap
A A A
YOGYAKARTA - Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) terus meningkatkan pengawasannya kepada para pendaki. Mereka yang dirasa tak memenuhi ketentuan maupun peralatan akan segera dipulangkan.

“Misalnya ketahuan naik memakai sandal jepit, akan langsung disuruh pulang. Logistik mereka juga harus dicek. Peralatan harus standar,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha (TU) TNGM, Tri Atmojo, Minggu (31/5/2015).

Sudah sejak dari basecamp, sebelum berangkat pendaki akan mendapatkan edukasi terlebih dahulu. Baik dari TNGM maupun komunitas relawan, Barameru Boyolali, yang selalu berkoordinasi dengannya. “Selama ini memang sudah kita lakukan, tapi tetap saja seperti itu (melanggar),” ujarnya.

Menurut dia, pendakian ke Puncak Merapi, hanya diperbolehkan ketika orang melakukan riset atau penelitian. Bukan untuk mereka yang hanya ingin sekedar berfoto-foto saja.

Pendaki harusnya mengetahui, tujuan mereka. Yaitu bisa menyatu atau belajar dari alam. Maka dari itu, melakukan pendakian tak harus sampai ke puncak. “Pendakian itu jangan niatnya menaklukkan alam. Tapi menyatu dengan alam,” timpalnya.

Jalur pendakian ke Merapi dari Selo, Boyolali sendiri baru akan dibukanya pada 16 Juni mendatang.

Sementara ini, selain melakukan pembersihan juga berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta untuk bisa mengakses jaringan Closed Circuit Television (CCTV) mereka, guna memantau pendaki. “Sudah diperbolehkan BPPTKG,” katanya.

Pendakian ke Merapi semakin diperketat ini karena munculnya kasus salah satu pendaki asal Sleman, yang kecelakaan pada pertengahan Mei lalu. Korban tergelincir masuk ke dalam kawah, dan akhirnya tewas.

Hal yang sama juga dikatakan, Komandan Search and Rescue (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta, Brotoseno.

Sebelum beraktivitas di alam, sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Dari mulai pakaian, hingga peralatan yang dibutuhkan.

“Mental, fisik, kesehatan dan peralatan teknis harus dipersiapkan secara baik,” kata Brotoseno.

Kalau perlu, menurutnya, bagi mereka yang masih minim akan pengetahuan pendakian, agar memakai jasa pemandu. Dengan begitu, bisa meminimalkan tingkat risiko bahayanya. “Kalau perlu juga sewa pemandu,” tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Takut Wedus Gembel,...
Takut Wedus Gembel, Ratusan Warga Kemalang Klaten Mengungsi
Merapi Masuk Fase Erupsi,...
Merapi Masuk Fase Erupsi, Ganjar Minta BPBD Memastikan Kondisi Pengungsi
Selain Lava Pijar, Pagi...
Selain Lava Pijar, Pagi Ini Merapi Luncurkan Awan Panas
Pagi Ini Merapi Keluarkan...
Pagi Ini Merapi Keluarkan Dua Kali Suara Gemuruh
Selama 6 Jam Terjadi...
Selama 6 Jam Terjadi 9 kali, Intensitas Guguran Lava Pijar Merapi Terus Meningkat
BPPTKG Prediksi Erupsi...
BPPTKG Prediksi Erupsi Merapi Menuju Selatan dan Tenggara
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
1 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
2 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
2 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
3 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
4 jam yang lalu
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved