Jembatan Padangan-Kasiman Belum Dibuka

Sabtu, 30 Mei 2015 - 07:48 WIB
Jembatan Padangan-Kasiman...
Jembatan Padangan-Kasiman Belum Dibuka
A A A
BOJONEGORO - Jembatan penghubung Kecamatan Padangan- Kasiman yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo kini telah berdiri. Akan tetapi, jembatan itu hingga kini belum dibuka untuk umum.

Sebab, tebing di bawah jembatan ada yang longsor. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Bojonegoro akan membangun tembok penahan tanah di bawah jembatan dengan anggaran senilai Rp12 miliar. Setelah selesai membangun tembok penahan tanah itu, jembatan di wilayah barat Bojonegoro itu akan dibuka. “Kami khawatir konstruksi jembatan rusak, sehingga kami lakukan pembangunan tebing di bawah jembatan dulu,” ujar Kepala DPU Kabupaten Bojonegoro Andi Tjandra kemarin.

Tebing yang longsor itu berada di bawah jembatan sisi Kecamatan Padangan dan Kasiman. Satu sisi yang longsor panjangnya mencapai 800 meter yang disebabkan penambangan pasir ilegal di bawah jembatan. Sementara panjang jembatan itu mencapai 400 meter. “Saat ini sudah dimulai pengerjaannya, target kami akhir Oktober sudah rampung dan sudah bisa dilewati untuk umum,” ujarnya.

Pembangunan tebing itu meliputi penancapan beton panjang ke tanah. Kemudian diplengseng dengan batu besar bercampur semen. Jembatan yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo itu dibangun pada 2013 dengan anggaran senilai Rp30 miliar. Dengan dibangunnya jembatan itu, diharapkan dapat memperlancar perekonomian warga, baik Kasiman maupun Padangan.

Selain melakukan pembangunan tebing bawah jembatan, DPU juga akan memberikan penerangan di jembatan selebar 4 meter itu. Namun, dia belum menyebutkan berapa jumlah anggaran untuk kebutuhan penerangan.

Meski DPU belum sepenuhnya membuka jembatan itu, masyarakat sekitar sudah banyak yang melewatinya. DPU mengaku tidak bisa mencegah warga sekitar yang melintas. Sebab, jembatan itu merupakan salah satu akses menuju Kecamatan Padangan- Kasiman. “Kalau mobil tidak boleh melewati,” pungkasnya.

Jembatan Padangan-Kasiman itu diharapkan dapat membuka akses perekonomian bagi warga di Kecamatan Kasiman yang tinggal di seberang utara Sungai Bengawan Solo. Menurut warga Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Rohmah, 35, adanya jembatan Kasiman- Padangan sangat memudahkan warga Kasiman yang ingin bepergian atau berdagang di Padangan atau Cepu.

“Biasanya kalau malam kami enggan bepergian atau berdagang di Padangan atau Kasiman. Tetapi kalau nanti jembatan itu dibuka untuk umum, pasti aktivitas perdagangan akan lebih lancar,” ujar Rohmah yang memiliki showroomkerajinan kayu jati tersebut.

Muhammad roqib
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
MNC Peduli Salurkan...
MNC Peduli Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran
5 jam yang lalu
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
5 jam yang lalu
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
6 jam yang lalu
PNM Komitmen Hadirkan...
PNM Komitmen Hadirkan Layanan Berlandaskan Keadilan Sosial
7 jam yang lalu
Rano Karno Apresiasi...
Rano Karno Apresiasi Perbaikan Saluran Air di Lenteng Agung Kelar 5 Hari, Jalan Arah Depok Bisa Dilalui
9 jam yang lalu
Sengketa Satuan Pendidikan...
Sengketa Satuan Pendidikan Tuntas, UIN Jakarta: Proses Integrasi Disepakati Bersama
10 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved