Gara-gara Rp10.000, Eka Dibunuh

Jum'at, 22 Mei 2015 - 09:33 WIB
Gara-gara Rp10.000,...
Gara-gara Rp10.000, Eka Dibunuh
A A A
SLEMAN - Gara-gara tak diberi pinjaman Rp10.000, Muhammad Zam, 20, pengamen yang biasa tinggal di daerah Wirogunan, Yogyakarta ini nekat membunuh Eka Mayasari, 27, pedagang angkringan di Karangjambe, Banguntapan, Bantul.

Sebelum tewas, korban juga sempat diperkosa oleh pelaku. Rabu (20/5) sore lalu, pelaku pembunuhan sadis ini berhasil dibekuk oleh Unit Jantanras Polda DIY. Pembunuhan ini sendiri terjadi pada Sabtu (2/5). Saat itu, wanita kelahiran 19 September 1988 ini ditemukan dalam kondisi setengah telanjang dan ditutupi sajadah di kosnya. Korban ditemukan dalam kondisi luka-luka.

Kepada wartawan, pelaku mengaku saat kejadian dia tengah kehabisan uang untuk hidup. Dirinya bermaksud meminjam uang kepada korban. Namun karena tak diberi, pelaku mengaku nekat. "Ingin pinjam Rp10.000 untuk makan, tapi tidak diberi," katanya. Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY AKBP Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan, tersangka ditangkap saat bersembunyi di tempat kos ibunya daerah Kutoarjo, Jawa Tengah.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa pakaian tersangka saat kejadian, palu yang digunakan untuk memukul korban, dan sisa uang Rp50.000 yang diambil dari korban usai pembunuhan dilakukan. "Dari keterangannya, tersangka membunuh untuk mengusai uang korban," katanya, kemarin. Saat kejadian, situasi angkringan tengah sepi. Tersangka memukul tengkuk korban menggunakan palu yang biasa digunakan untuk memecah es batu.

Oleh tersangka, korban yang tak berdaya dibawa ke kamar. Di kamar yang berada di dekat tempat jualan angkringan itu, muncul niat tersangka memerkosa korban. Tersangka juga memukul korban menggunakan gitar. Setelah memerkosa korban, tersangka lantas mengambil harta benda korban seperti tas korban yang berisi uang sekitar Rp757.000.

Setelah mendapatkan uang korban, tersangka pun membakar gitar yang sebelumnya digunakan untuk memukul korban di lokasi untuk menghilangkan sidik jari. Korban yang dalam kondisi terluka akibat pukulan pun dibiarkan dan ditinggal kabur hingga akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal.

Menurut Djuhandhani, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) alat bukti petunjuk yang ditemukan sangat minim. Sehingga penyelidikan harus dilakukan dengan teliti. Dari pengumpulan keterangan saksi-saksi, petugas mendapatkan keterangan dari seorang sopir taksi yang mengaku sempat mengantarkan penumpang yang terlihat mencurigakan ke wilayah Gamping, Sleman.

"Ada saksi sopir taksi melihat orang mencurigakan, ditumpangi oleh tersangka. Dari situlah kami pelajari. Akhirnya tersangka bisa ditangkap di Kutoarjo," ungkap Djuhandhani. Hingga kemarin, kepolisian masih mendalami keterangan tersangka. Adapun barang bukti ponsel milik korban yang diambil diakui sudah dijual. Sedang uang Rp757.000 yang diambil digunakan tersangka untuk membayar kos yang digunakan untuk bersembunyi di Kutoarjo, dan sisanya digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Muji barnugroho
(bbg)
Berita Terkait
Barista AHA! Cafe Juara...
Barista AHA! Cafe Juara Satu Turnamen Barista di Yogyakarta!
SIG Jamin Kekokohan...
SIG Jamin Kekokohan Konstruksi Tol Jogja-Solo
AHA Cafe Next Hotel...
AHA Cafe Next Hotel Yogyakarta Sukses Gelar Latte Art Competition
LBH Yogya Terima 51...
LBH Yogya Terima 51 Aduan Orang Hilang Usai Aksi Tolak Omnibus Law
Antusiasme Mahasiswa...
Antusiasme Mahasiswa di Yogya Ikuti Bimbingan Remaja Usia Nikah dari Kemenag
Telan Investasi Rp14...
Telan Investasi Rp14 Triliun, Tol Yogya-Bawen Satukan Kawasan Joglosemar di 2023
Berita Terkini
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
1 jam yang lalu
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
2 jam yang lalu
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
2 jam yang lalu
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan Persija Ale
2 jam yang lalu
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
2 jam yang lalu
Infografis
Gara-gara Senggolan...
Gara-gara Senggolan Motor, Polisi Tembak Paskibra di Semarang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved