Misteri Pertarungan Dua Santri Pesantren Sumoyono

Jum'at, 22 Mei 2015 - 05:00 WIB
Misteri Pertarungan...
Misteri Pertarungan Dua Santri Pesantren Sumoyono
A A A
SEBELUM berdirinya Pesantren Tebu Ireng tahun 1889 di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang Jawa Timur. Tak jauh dari lokasi itu telah berdiri sebuah pesantren bernama Sumoyono yang didirikan oleh Kiai Sumoyono.

Dari Pesatren Sumoyono ada dua santri yang amat menonjol dan terkenal yakni Surontanu dan Joko Tulus alias Kebo Kicak. Sayangnya kedua santri tersebut harus bermusuhan karena berbeda jalan.

Surontanu merupakan murid pesantren Sumoyono yang sangat keras menolak segala bentuk maksiat dan ketidakadilan, termasuk saat Belanda datang ke Desa Cukir untuk mendirikan pabrik gula.

Sementara Joko Tulus adalah santri murtad yang memilih jalan sesat demi mencapai duniawi sesaat hingga rela menjadi antek belanda.

Perbedaan itu membuat kedua santri yang sama-sama memiliki kanuragan mumpuni ini selalu berbenturan sehingga menjalin permusuhan abadi. Awal permusuhan Surontanu dan Joko Tulus dimulai saat Belanda membangun pabrik gula di Desa Cukir.

Kesewenang-wenangan Belanda dalam mendirikan pabrik dengan merubah paksa sawah warga menjadi kebun tebu, membuat Surontanu emosi dan memberikan perlawanan terhadap kebijakan kolonial itu.

Terlebih belanda sengaja mendukung berdirinya tempat maksiat di lokasi bernama Kebo Ireng yang tak jauh dari pabrik gula serta Pesantren Sumoyono.

Tak ayal Surontanu kian meradang, apalagi lokasi Kebo Ireng dipimpin oleh mantan adik perguruannya di Sumoyono yaitu Joko Tulus alias Kebo Kicak yang telah memilih jalan sesat.

Cikal bakal Joko Tulus menjadi penjahat sebenarnya sudah tercium sejak awal masuk pesantren. Karena masuk pesantren Sumoyono sebenarnya bukan keinginan Joko Tulus, namun kakeknya yang mengirim dan menitipkan langsung kepada Kiai Sumoyono.

Oleh Kiai Sumoyono, Joko Tulus diberi perhatian khusus saat di pesantren hingga menjadi murid kesayangan Kiai.

Sayang perhatian dan kasing sayang Kiai Sumoyono tak mampu meluluhkan hati Joko Tulus untuk menuju jalan hitam dan menjadi pimpinan utama tampat maksiat Kebo Ireng.

Cerita Joko Tulus bergabung dengan Kebo Ireng berawal ketika dirinya makan di warung yang ada di Pasar Cukir. Saat makan Joko Tulus diganggu oleh para preman desa Cukir.

Emosi dan naik pitam, Joko Tulus menantang preman tersebut berkelahi. Hanya dalam hitungan detik, Joko Tulus yang memang sakti itu melumpuhkan preman tersebut.

Kehebatan Joko Tulus terlihat oleh Wiro, dukun sakti aliran hitam yang menjadi antek belanda serta pemimpin tempat maksiat Kebo Ireng.

Karena bujukan Wiro, akhirnya Joko Tulus keluar dari Pesantren Sumoyono untuk masuk ke lembah hitam dan dinobatkan sebagai pemimpin utama Kebo Ireng.

Pascamenjadi pemimpin Kebo Ireng, kelakuan Joko Tulus bagaikan iblis yang dipenuhi maksiat. Dari mulai berjudi, berkelahi serta main perempuan. Sehingga oleh masyarakat, Joko Tulus diberi gelar Kebo Kicak.

Namun oleh Wiro serta orang-orang aliran hitam, Joko Tulus dianggap pahlawan yang paling mereka takuti juga segani. Oleh Belanda Joko Tulus didukung penuh karena rajin menyetor upeti.

Keberingasan Joko Tulus semakin membuat Surontanu tak mampu lagi mengendalikan diri. Akhirnya dengan mengumpulkan ratusan santri Sumoyono yang memiliki bekal kanuragan mumpuni, Surontanu menyerang tempat maksiat Kebo Ireng pimpinan mantan adik seperguruannya di pesantren.

Mendapat serangan Surontanu dan santri-santri Pesantren Sumoyono, gerombolan pendekar hitam Kebo Ireng di bawah pimpinan Kebo Kicak memberikan perlawanan sengit pada malam itu.

Namun karena kalah semangat dan beda motivasi, anak buah Joko Tulus kocar-kacir. Bahkan Wiro sang dukun sakti beserta beberapa anak buahnya melarikan diri meminta bantuan Belanda.

Sadar anak buahnya mulai lemah dan sebagian melarikan diri, Joko Tulus pun mencoba lari dengan melompat dari atap pondok ke pondok lainya. Aksi santri murtad ini diketahui oleh Surontanu.

"Jangan lari kau Joko Tulus. Kau harus binasa," teriak Surontanu sembari mengejar Joko Tulus.

Joko Tulus terkejut dan terus berlari ke daerah perkebunan Tebu."Kejar aku kalau kau mampu Surontanu," tantang Joko Tulus.

Akhirnya aksi saling kejar pun terjadi di perkebunan tebu. Batang-batang tebu yang dilewati oleh keduanya seketika roboh bagai diterpa angin kencang.

Kilatan cahaya serta suara gemuruh angin dari kesaktian kedua mantan seperguruan itu terlihat di kegelapan malam.

Mereka terus bertarung hingga keduanya lenyap bak ditelan bumi. Sampai saat ini pertarungan Surontanu dan Joko Tulus di kebun tebu masih menjadi misteri atau tidak diketahui siapa pemenangnya.

Namun ada versi yang menyatakan jika pertarungan dimenangkan oleh Surontanu. Pasalnya, pasca penyerangan ke Kebo Ireng, semua santri Pesantren Sumoyono di tangkap dan dihukum oleh Belanda.

Pesantren Sumoyono juga di bumi hanguskan dan dibubarkan. Mengetahui hal itu, Surontanu diduga sengaja tidak muncul dan memilih mengasingkan diri atau pindah ke daerah lain, karena Belanda terus memburunya.

Namun disisi lain, Wiro si dukun sakti yang mengambil alih kepemimpinan Kebo Ireng selalu mengatakan jika Joko Tulus masih hidup dan akan datang sewaktu-waktu ke Kebo Ireng.

Omongan Wiro yang dianggap sakti ini tentu dipercaya oleh anak buahnya dan masyarakat yang memang lemah dan terjerumus dalam kemusrikan di desa Cukir.

Namun hingga tewasnya Wiro sebulan setelah bertarung dengan santri Pesantren Tebu Ireng yang didirikan oleh KH Hasyim Asy,ari, keberadaan Joko Tulus tak jua diketahui apalagi muncul di Kebo Ireng.

Baca Juga: Perjuangan Santri Tebu Ireng Melawan Pendekar Hitam Kebo Ireng

Sumber:

Buku Guru Sejati Hasyim Asy,ari, penulis Masymul Huda, penertib Pustaka Inspira

Diolah dari Berbagai Sumber
(nag)
Berita Terkait
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran...
Ratu Zaleha, Cucu Pangeran Antasari yang Tangguh Melawan Belanda
Sejarah Baturusa, Tempat...
Sejarah Baturusa, Tempat Rusa Melahirkan Anak di Tengah Laut Mandailing Natal
Raden Sungging, Bangkit...
Raden Sungging, Bangkit dari Kubur Setelah Dibunuh Belanda dan Makamnya Dijaga Sepekan
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan...
Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Pertarungan Pangeran...
Pertarungan Pangeran Purbaya Melawan Pasingsingan dan Berdirinya Masjid di Kalisoka
Syekh Maulana Muhammad...
Syekh Maulana Muhammad Asnawi, Tokoh Awal Penyebar Islam di Kebumen
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
42 menit yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
59 menit yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
1 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
1 jam yang lalu
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
2 jam yang lalu
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
2 jam yang lalu
Infografis
Arkeolog Pecahkan Misteri...
Arkeolog Pecahkan Misteri Kutukan Firaun, Ternyata Bukan Sihir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved