Pentas Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit

Kamis, 21 Mei 2015 - 11:08 WIB
Pentas Perempuan di...
Pentas Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit
A A A
SURABAYA - Sejarah berdirinya kerajaan Majapahit tidak lepas dari Raden Wijaya. Namun, perkembangan Majapahit tidak akan pesat tanpa sosok satu ini, yakni Gayatri.

Gayatri adalah istri Raden Wijaya yang pemikirannya sebenarnya dipakai Raden Wijaya membangun kerajaan Majapahit setelah Kerajaan Singosari dan Kediri pecah. Sayang, sosok Gayatri tidak banyak diketahui masyarakat secara detail. Dari alasan inilah, Sanggar Lidi Surabaya menggelar pertunjukan teater berjudul “Gayatri: Perempuan di Balik Kejayaan Majapahit”.

Sutradara pementasan Totenk Mahdasi Tatang menjelaskan, pentas berdurasi 90 menit itu diadaptasi dari buku berjudul Rajapatni Gayatri yang ditulis Earl Drake, seorang mantan duta besar Kanada di Jawa. “Secara garis besar, pementasan ini akan bercerita mengenai berdirinya Majapahit dan kehidupan Gayatri yang membawa pembaharuan pada kerajaan tersebut,” kata Totenk saat dijumpai dalam geladi resik di Gedung Pertunjukan Cak Durasim, Surabaya.

Totenk menambahkan, sosok Gayatri perlu dikenal masyarakat saat ini, khususnya perempuan, mengingat sosoknya adalah perempuan berani membuat perubahan. Dia dikenal cerdas karena sering membaca. Bahkan, kala itu dia juga mempelajari dua agama sekaligus, yakni Hindu dan Buddha. Dari pembacaan itulah dia mendapatkan berbagai ilmu yang akhirnya bisa diterapkan untuk membangun kerajaan Majapahit.

Melalui darah Gayatri inilah juga lahir pemimpin perempuan satu-satunya dalam kerajaan, yakni Tribuana. Padahal, dalam sejarah sangat jarang anak perempuan diizinkan memimpin kerajaan. Pemikiran revolusi yang panjang dan cerdas tidak hanya melahirkan perubahan pada kerajaan Majapahit, tetapi juga membuat kerajaan ini makin dipandangorangmasyarakat zaman itu.

Gayatri juga dikenal sebagai perempuan yang berani menolak tradisi ketika tradisi tersebut sudah bertentangan dengan kema-nusiaan. Sementara itu, pendiri Sanggar Lidi, Ndindy Indijati, menambahkan, pemain yang terlibat adalah para seniman muda berusia antara 16-22 tahun. Mereka berasal dari berbagai kampus dan sekolah di Surabaya. Setelah mengalami beberapa proses, pergantian pemain hingga fix menjadi 20 aktor meru-pakan sebuah proses panjang.

Mamik wijayanti
(bbg)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Berita Terkini
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
14 menit yang lalu
Wali Kota Tangsel Paparkan...
Wali Kota Tangsel Paparkan Penanganan Kekeringan, Kebakaran, hingga PSEL
17 menit yang lalu
Peringati Hari Anak...
Peringati Hari Anak Nasional 2026, 25 Unit Mobil Pintar Sebar Akses Pendidikan Inklusif dari Sabang sampai Merauke
2 jam yang lalu
Keberhasilan HUT Papua...
Keberhasilan HUT Papua Tengah Gerakkan UMKM, Talius Tabuni Minta Jadi Acuan Program Daerah
3 jam yang lalu
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
4 jam yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved