Harkitnas, Momentum Wujudkan Keluarga Ramah Anak

Rabu, 20 Mei 2015 - 02:10 WIB
Harkitnas, Momentum...
Harkitnas, Momentum Wujudkan Keluarga Ramah Anak
A A A
JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta para orangtua menjadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) untuk menanamkan semangat dalam mewujudkan keluarga ramah anak agar terhindar dari tindakan yang mengarah ke kekerasan dan penelantaran anak.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Susanto mengatakan, kasus penelantaran anak di Cibubur, Jakarta Timur, dapat dipakai oleh keluarga sebagai momentum untuk menanamkan semangat dalam mewujudkan keluarga yang ramah anak."Hari Kebangkitan Nasional ini, harus dipakai untuk menanam spirit mewujudkan keluarga ramah anak, bukan seperti kasus penelantaran lima anak di Cibubur itu. Orangtua seharusnya menjadi pelindung utama, bukan malah menelantarkan anak," ujarnya melalui pesan singkat kepada Sindonews, Selasa 19 Mei kemarin.

Susanto mengungkapkan,kasus penelantaran anak itu pun bukan hanya terjadi di Cibubur saja, tapi juga di tempat lainnya dengan berbagai pola dan bentuk penelantaran. Ada pun penyebab orangtua menelantarkan anaknya itu lantaran dipicu oleh sejumlah faktor.

Dia menjelaskan, pertama, faktor persepsi orang tua yang menganggap anak sebagai aset dan milik orangtua (seperti barang) dan boleh diperlakukan sesuai selera orangtua."Ini tentu tidak benar. Perilaku sekehendaknya sendiri, berpotensi menjadi pemicu penelantaran," jelasnya.

Kedua, faktor disfungsi keluarga, yakni tidak sedikit anak menjadi terlantar karena dipicu keluarga yang bermasalah. Ketiga, faktor ketidakmampuan pasangan, seperti tidak memiliki pekerjaan, dan tidak memiliki tempat tinggal dan kondisi kesehatan orangtua yang kurang mendukung.

Maka itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional pada Rabu (20/5/2015) ini patut dijadikan sebagai spirit membangun keluarga ramah anak. Sebab, bangsa yang besar dan berperadaban ditentukan oleh kualitas keluarganya.

"Caranya, mengembangkan prinsip nondiskriminasi, partisipasi anak dalam berkomunikasi dengan keluarga ditingkatkan, memantau tumbuh kembang anak, dan memperhatikan kepentingan anak," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kekerasan Terhadap Anak...
Kekerasan Terhadap Anak Tinggi, Dewan Dorong Ranperda Kota Layak Anak
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
2 Cara untuk Melaporkan...
2 Cara untuk Melaporkan Tindak Kekerasan yang Terjadi di Sekolah
Selama Pandemi COVID-19...
Selama Pandemi COVID-19 Kasus Kekerasan Anak Melonjak
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
1 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
2 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
2 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
2 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
4 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
5 jam yang lalu
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved