Tolak Trans Sidoarjo, Sopir Lyn Kepung Dewan

Selasa, 19 Mei 2015 - 10:21 WIB
Tolak Trans Sidoarjo,...
Tolak Trans Sidoarjo, Sopir Lyn Kepung Dewan
A A A
SIDOARJO - Sopir lyn (angkutan kota) dari lima trayek di Sidoarjo akhirnya turun ke jalan. Mereka menolak beroperasinya bus Trans Sidoarjo (BTS). Mereka khawatir jumlah penumpang bakal semakin turun karena lebih memilih bus bantuan pusat tersebut. Ratusan sopir beriringan mendatangi Gedung DPRD Sidoarjo di Jalan Sultan Agung, Senin (18/5) sekitar pukul 08.30 WIB.

Setelah memarkir mobil di sekitar Alun-Alun Sidoarjo, mereka kemudian membentangkan spanduk tuntutan dan berorasi. Tak lama kemudian puluhan perwakilan sopir lyn dari lima trayek ditemui Ketua DPRD Sidoarjo Sulamul Hadi Nurmawan, Kapolres Sidoarjo AKBP Anggoro Sukartono, dan beberapa anggota Dewan serta dari Dinas Perhubungan (Dishub) di ruangan DPRD.

Satu per satu perwakilan sopir menyatakan penolakan dioperasikannya BTS. Trimantoro, perwakilan MPU jurusan Malang-Surabaya, mengatakan, dia tidak pernah tahu ada bus Trans Sidoarjo. Tiba-tiba Dishub sudah membangun halte. Bahkan, dalam waktu dekat akan segera dioperasikan. Sopir lyn seperti dibohongi Dishub karena sebelumnya tidak ada sosialisasi.

”Jadi, kalau Dewan menganggap BTS disetujui sopir, itu sama saja membohongi publik. Bapak- bapak bilang sudah sosialisasi, itu bohong besar,” ujar Trimantoro. Sopir mengeluh, tanpa adanya BTS saja penumpang MPU sudahturundrastis. Apalagiketika ada trayeknya ditumpangi BTS yang berjumlah 30 unit bus. ”Kalau mau bunuh kami jangan pelan-pelan. Sekalian dicekik sampai mati saja, tutup saja trayek kami,” tambah Trimantoro.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo Nur Achmad Syaifudin yang ikut dalam rapat menegaskan, Dishub jangan sampai meluncurkan bus Trans Sidoarjo sebelum memberikan kejelasan nasib sopir lyn. Pasalnya, potensi konflik sangat tinggi bila BTS dipaksakan.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa Dishub berupaya mengintimidasi sopir dan pengusaha lyn. Caranya, Dishub mewajibkan mereka setuju BTS bila ingin uji KIR. Kabid Angkutan Dishub Edy Setiono membantah tuduhan para pengusaha dan sopir lyn yang mengaku dipaksa mengisi pernyataan setuju keberadaan BTS sebagai syarat uji KIR.

”Surat itu hanya kuesioner, bukan pernyataan,” ucapnya. Edy menjelaskan, kuesioner ini memang ada pertanyaan setuju atau tidak dengan pengoperasian BTS. ”Kan dulu mereka sepakat dengan BTS. Lha,kok sekarang bilang menolak,” keluhnya.

Abdul rouf
(ftr)
Berita Terkait
DPW PKS Jawa Timur Siap...
DPW PKS Jawa Timur Siap Sinergi dan Kolaborasi Bangun Jawa Timur
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
BPH Migas bersama Anggota...
BPH Migas bersama Anggota Komisi VII DPR RI Gelar Sosialisasi
Hari Pertama PPKM, 792...
Hari Pertama PPKM, 792 Warga Jatim Positif COVID-19
Gubernur Khofifah dan...
Gubernur Khofifah dan Dubes Finlandia Jajaki Potensi Kerjasama Pendidikan dan Teknologi
Berita Terkini
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
4 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
5 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
5 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
5 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
5 jam yang lalu
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
6 jam yang lalu
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved