Pengamat: Orangtua Lelah Anak Jadi Korban

Selasa, 19 Mei 2015 - 00:32 WIB
Pengamat: Orangtua Lelah...
Pengamat: Orangtua Lelah Anak Jadi Korban
A A A
DEPOK - Tata kehidupan sosial saat ini sudah mulai berubah, khususnya dalam mendidik anak. Dahulu, manakala ada keluarga yang sedang bermasalah tetangga ikut membantu menolongnya lantaran ikatan emosional yang dekat.

"Kalau dahulu kita masih bisa meminta tolong tetangga kalau sedang dalam kesulitan, karena kita masih saling kenal. Berbeda dengan kondisi saat ini dimana kita belum tentu saling kenal dengan tetangga sehingga tidak ada tempat untuk meminta tolong," kata pengamat sosial budaya dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, Senin 18 Mei 2015.

Saat ini, kata dia, masyarakat sudah terjebak dalam suatu standar gaya hidup yang mereka ciptakan sendiri. Misalnya, sebagai manusia modern maka dia harus memiiki kendaraan merek tertentu, tinggal di perumahan tertentu, bergonta-ganti gadget setiap bulan atau menyekolahkan anaknya di sekolahan elite.

Standar-standar itulah yang sebenarnya menjebak mereka secara sosial. Sehingga, manusia saat ini lebih terfokus mengejar materi dan mengabaikan kehidupan sosial.

"Disaat mereka (orang tua) merasa down (lelah) dan tidak ada tempat untuk bersandar maka anak-anak mereka yang menjadi korban. Karena posisi anak-anak lebih rentan dalam kondisi seperti ini," jelasnya.

Ketika orang tua selalu dikejar untuk mengumpulkan materi, maka anak dibiarkan hidup dengan caranya sendiri. Anak-anak lebih diandalkan dididik dengan asisten rumah tangga. Padahal, sebagai orang tua, bukan hanya materi yang harus dipenuhi dalam mendidik anak.

"Anak perlu kasih sayang dan tidak selalu dengan materi pemenuhannya. Manusia saat ini sudah terjebak dalam standar gaya hidupnya sendiri," ungkap dosen program Vokasi UI itu.

Bagaimana pun, kata dia, orang tua adalah mahluk sosial. Dia memerlukan teman dan butuh sandaran secara sosial dan psikis.

Ketika menghadapi masalah atau dalam kondisi lelah namun tidak memiliki sandaran sosial maka orang tua rentan melakukan kekerasan atau penelantaran pada anak. "Kembali lagi, anak yang menjadi korban. Tata kehidupan sosial kita saat ini sudah berubah," ungkapnya.
(mhd)
Berita Terkait
Perlu Kolaborasi Semua...
Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Cegah Kekerasan pada Anak
Sepanjang 2021, Korban...
Sepanjang 2021, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Anak Capai 302 Kasus
Kebebasan Anak Perempuan...
Kebebasan Anak Perempuan dari Kekerasan Masih Perlu Diperjuangkan
Kasus Kekerasan Perempuan...
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sinjai Menurun
Tekan Angka Kekerasan...
Tekan Angka Kekerasan Anak, KPAI Sumsel Gagas Videotron di LRT
Kekerasan Anak Masih...
Kekerasan Anak Masih Terjadi Selama Pandemi, Butuh Layanan Integrasi
Berita Terkini
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
3 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
3 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
3 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
4 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
5 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
7 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved