MUI Desak Pemkab Tulungagung Ratakan Bangunan Eks Lokalisasi

Kamis, 14 Mei 2015 - 04:06 WIB
MUI Desak Pemkab Tulungagung...
MUI Desak Pemkab Tulungagung Ratakan Bangunan Eks Lokalisasi
A A A
TULUNGAGUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Tulungagung mendesak Pemkab Tulungagung untuk meruntuhkan seluruh bangunan eks lokalisasi di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut dan Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru dengan tanah.

MUI berharap tidak ada lagi bangunan yang bisa dijadikan lagi praktik prostitusi berkedok kafe dan karaoke.

"Kami berharap diratakan saja dengan tanah. Sebab bila tidak suatu saat bisa terulang kembali," ujar Juru Bicara MUI Tulungagung Fathur Rouf kepada wartawan, Rabu (13/5/2015).

Ada sebanyak 69 bangunan kafe dan karaoke dengan 100-an orang pemandu lagu (purel) termasuk pengelola di eks lokalisasi Ngunut. Dahulu, kafe dan karaoke tersebut adalah wisma-wisma prostitusi. Pemkab Tulungagung bersama aparat kepolisian dan TNI resmi melakukan penutupan paksa.

Sebab, kafe dan karaoke hanyalah kedok dari ajang pelacuran terselubung. Penutupan pada 8 Mei 2015 tersebut merupakan yang kedua kalinya. Penutupan pertama berlangsung pada era Bupati Tulungagung Heru Tjahjono, 19 Juli 2012.

Sebanyak 176 pekerja seks komersial (PSK) di Ngunut dan 205 PSK di Ngujang dibina, diberi ganti rugi (kompensasi) dan dipulangkan. Masing-masing eks PSK menerima santunan material Rp3-5 juta.

Bupati Heru yang kini menjabat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menjanjikan mengubah eks lokalisasi menjadi kawasan olahraga futsal, pemancingan, dan pasar burung. Namun, janji itu tidak pernah terwujudkan.

Bahkan, pascaberakhirnya jabatan Bupati Heru, praktik pelacuran kembali terjadi dengan berkedok karaoke dan kafe.

Menurut Fathur Rouf, penempatan personel kepolisian dan TNI di eks lokalisasi selama dua bulan pascapenutupan cukup efektif. Selain ditutup paksa, seluruh pengelola dan pemandu lagu karaoke dan kafe diminta meninggalkan lokasi.

Namun, citra lokalisasi akan runtuh bila seluruh bangunan eks wisma yang ada rata dengan tanah. "Kita akan merekomendasikan ke pemkab. Sebab image lokalisasi akan lenyap bila seluruh bangunan rata dengan tanah. Lagi pula, status tanah merupakan bengkok desa," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo menegaskan bahwa penutupan kali ini benar-benar serius. Penutupan sengaja tidak menyertakan kompensasi ganti rugi karena aktivitas yang ada sifatnya ilegal.

Namun, terkait usulan meratakan bangunan dengan tanah, eksekutif perlu berkoordinasi dengan legislatif terlebih dahulu. "Yang pasti kita benar-benar serius menangani masalah ini. Namun soal meratakan bangunan dengan tanah, kita masih perlu koordinasi dengan DPRD," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
Masih Bertahan, Penghuni...
Masih Bertahan, Penghuni Bangunan Gang Royal Rawa Bebek Resah dan Pasrah
9 Tempat Prostitusi...
9 Tempat Prostitusi Legendaris di Indonesia, Nomor 4 Terbesar di Asia Tenggara
Lokalisasi Gang Royal...
Lokalisasi Gang Royal Rawa Bebek telah Dibongkar, Ini Harapan Warga ke Pemprov DKI
ABG Cantik asal Serang...
ABG Cantik asal Serang Dijual ke Pengelola Lokalisasi di Jakarta
3 Tempat Prostitusi...
3 Tempat Prostitusi di Jakarta yang Sudah Ditutup, 2 di Antaranya Disulap Jadi Bangunan Bermanfaat
Prostitusi Online-Lokalisasi...
Prostitusi Online-Lokalisasi Berkedok Karaoke Marak di Ketapang, Warga Resah
Berita Terkini
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Bisa Prediksi hingga 3 Hari
39 menit yang lalu
Cerita Pramono Kena...
Cerita Pramono Kena Tegur Istrinya Gegara Aturan Pilah Sampah, Disuruh Cuci Wadah Plastik Sambal
1 jam yang lalu
Bea Cukai Pantoloan...
Bea Cukai Pantoloan Gagalkan Peredaran 224 Ribu Batang Rokok Ilegal di Palu
1 jam yang lalu
Muncul Siklon Tropis...
Muncul Siklon Tropis Maysak, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan
2 jam yang lalu
Perkuat Struktur di...
Perkuat Struktur di NTT, Partai Perindo Tunjuk Eks Kepala BKPPD Ade Manafe Pimpin Kota Kupang
2 jam yang lalu
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
2 jam yang lalu
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved