DPRD Bulukumba Harap Penanganan Covid-19 Bisa Lebih Cepat

Rabu, 08 April 2020 - 14:21 WIB
DPRD Bulukumba Harap...
Kantor DPRD Bulukumba. Dewan berharap penanganan Covid-19 bisa cepat dilakukan. Foto: Istimewa
A A A
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba berharap penangan dan antisipasi virus Corona di wilayah itu bisa dilakukan dengan cepat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Patudangi Azis saat menggelar rapat dengan pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan Bulukumba, RSUD Sultan Daeng Radja, Dinas Sosial dan Badan Pengelola Keuangan Daerah di Gedung paripurna DPRD Bulukumba, Selasa, (7/04/2020) lalu.

Dalam rapat tersebut, DPRD meminta laporan dari dinas Kesehatan terkait sejauh mana penangan Covid-19 di Bulukumba serta kendala apa saja yang menghambat tim di lapangan. Selain itu, DPRD mendesak Tim Gugus Penanganan Covid-19 untuk mendistribusikan kebutuhan di 10 kecamatan.

"Kami juga meminta Tim Covid-19 untuk mendistribusikan kebutuhan-kebutuhan termasuk insentif atau biaya operasional tim di 10 kecamatan yang ada di Bulukumba," kata Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Patudangi Azis, Rabu, (8/04/2020).

Patudangi berharap agar pemerintah dapat bekerja lebih cepat dan berburu waktu, karena penyebaran virus ini tidak dapat diprediksi kecepatan merebaknya. Sehingga pendistribusian kebutuhan ditingkat kecamatan merupakan hal mendesak yang harus dilakukan.

"Kita harus lebih cepat dari virus ini, segala bentuk pencegahan dan penanggulangan harus segera dilakukan. Jangan mengulur waktu karena kecepatan virus ini juga tidak kita ketahui penyebarannya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr Wahyuni, mengatakan sejauh ini ada 4.567 status orang dalam pemantauan (ODP). Mereka
yang dipantau itu berasal dari luar negeri, dari provinsi, serta orang dari Makassar.

Sejumlah langkah telah dilakukan Satgas Penanganan Covid 19. Diantaranya pembentukan Posko diperbatasan, mengedukasi masyarakat, serta pentingnya menjaga jarak interaksi.

“Kami juga akan memaksimalkan pengawasan terhadap semua orang dari wilayah yang terjangkit, terutama dari zona merah,” terang dr Wahyuni.
(agn)
Berita Terkait
54 Petugas PSC Bulukumba...
54 Petugas PSC Bulukumba Mogok Kerja Karena Empat Bulan Tak Digaji
Pemkab Bulukumba Dorong...
Pemkab Bulukumba Dorong 7 Program Prioritas Pembangunan Tahun 2021
Pimpinan DPRD Bulukumba...
Pimpinan DPRD Bulukumba Usulkan 3 Nama untuk Jabatan Sekretaris Dewan
Pemkab Bulukumba Tak...
Pemkab Bulukumba Tak Akan Buru-buru Tetapkan Pejabat Sekwan Definitif
Pemkab Bulukumba Didorong...
Pemkab Bulukumba Didorong Maksimalkan APBD Perubahan
Bappeda Jelaskan Alasan...
Bappeda Jelaskan Alasan di Balik Realisasi Belanja yang Tak Sampai 100%
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
4 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
4 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
5 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
5 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
5 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved