Bau Kemal, Putra Raja Pangkajene Meninggal Dunia
Selasa, 19 Maret 2019 - 18:17 WIB
Mantan Bupati Pangkep, Andi Kemal Burhanuddin berpulang di usia 78 tahun. Foto : SINDOnews/Muhammad Subhan
A
A
A
Kabar duka menyelimuti Kabupaten Pangkep. Mantan Bupati Pangkep, Andi Kemal Burhanuddin berpulang di usia 78 tahun. Pria yang dikenal dengan sapaan Bau Kemal ini memimpin Pangkep pada 2010 menggantikan Bupati Pangkep, Syafruddim Nur yang meninggal di akhir-akhir masa jabatannya.
Kabar meninggalnya Bau Kemal sejak pagi tersebar dikalangan warga Pangkep. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam Faisal, Makassar, Selasa (19/03/2019).
Seribuan pelayat dari berbagai kalangan datang memberi penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal ramah ini di kediamannya di Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene, Pangkep.
Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya almarhum. Menurut Syamsuddin, Bau Kemal adalah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Pangkep. Pengalaman almarhum menjadi Ketua DPRD Pangkep, wakil bupati hingga Bupati Pangkep menjadi motivasi bagi generasi muda.
"Kita berkabung atas meninggalnya putra terbaik yang pernah memimpin kita, beliau ini pernah berapa priode jadi ketua DPRD, wabup dan bupati. Saya mengajak kita semua mengirimkan Al Fatihah untuk almarhum," ujar Syamsuddin.
Almarhum dimakamkan usai salat asar di Pekuburan Ambarala, Kecamatan Pangkajene dengan upacara resmi. Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Bupati Syamsuddin selaku inspektur upacara.
Menurut keterangan sejumlah pihak mantan wakil Bupati dan Bupati Pangkep ini meninggal akibat penyakit di deritanya.
Almarhum yang dikenal baik oleh masyarakat ini menarik diri dunia politik dan pemerintahan setelah menghabiskan sisa masa jabatan bupati. Meski begitu, warga tetap menaruh hormat karena selain mantan orang nomor satu di Pangkep, Bau Kemal juga adalah putra dari Raja Pangkajene, Andi Burhanuddin.
Kabar meninggalnya Bau Kemal sejak pagi tersebar dikalangan warga Pangkep. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam Faisal, Makassar, Selasa (19/03/2019).
Seribuan pelayat dari berbagai kalangan datang memberi penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal ramah ini di kediamannya di Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene, Pangkep.
Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya almarhum. Menurut Syamsuddin, Bau Kemal adalah salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Pangkep. Pengalaman almarhum menjadi Ketua DPRD Pangkep, wakil bupati hingga Bupati Pangkep menjadi motivasi bagi generasi muda.
"Kita berkabung atas meninggalnya putra terbaik yang pernah memimpin kita, beliau ini pernah berapa priode jadi ketua DPRD, wabup dan bupati. Saya mengajak kita semua mengirimkan Al Fatihah untuk almarhum," ujar Syamsuddin.
Almarhum dimakamkan usai salat asar di Pekuburan Ambarala, Kecamatan Pangkajene dengan upacara resmi. Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Bupati Syamsuddin selaku inspektur upacara.
Menurut keterangan sejumlah pihak mantan wakil Bupati dan Bupati Pangkep ini meninggal akibat penyakit di deritanya.
Almarhum yang dikenal baik oleh masyarakat ini menarik diri dunia politik dan pemerintahan setelah menghabiskan sisa masa jabatan bupati. Meski begitu, warga tetap menaruh hormat karena selain mantan orang nomor satu di Pangkep, Bau Kemal juga adalah putra dari Raja Pangkajene, Andi Burhanuddin.
(sss)