Soal Tahanan Kabur, Organisasi Mahasiswa Soroti Polisi dan Kejaksaan

Kamis, 13 Desember 2018 - 23:02 WIB
Soal Tahanan Kabur,...
Suasan kantor kejaksaan negeri Bone. Foto: Istimewa
A A A
Dua oraganisasi kemahasiswaan yakni, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyoroti kinerja kepolisian dan kejaksaan terkait kaburnya dua tahanan.

Mantan Ketua HMI Cabang Bone Muh Ajis mengaku kaburnya dua tahanan itu, tak lain lemahnya pengawalan dan kelalaian petugas yang mengawal tahanan kabur itu pada saat dibawa ke Lapas kelas IIA untuk dititip.

"Soal tahanan Kajaksaan yang kabur itu, kejaksaan dan polres perlu dibenahi sistem pengawalan. Kejadiannya ini sudah sering terjadi bukan pertama kalinya," ungkap Muh Ajis Kamis, (13/11/2018).

Kata mantan Ketua HMI cabang Bone ini, peristiwa tahanan kejaksaan kabur juga terjadi pada 2015 lalu, hingga saat ini pelakunya belum tertangkap.

Selain itu, lanjut Ajis menjelaskan pada 11 Januari 2017 lalu, juga ada dua tahanan mencoba melarikan diri diketahui setelah petugas jaga mengabsen tahanan dan dinyatakan kurang satu.

"Agusriadi Alias Agus (25) warga Desa Awo, Kecamatan Cina tahanan pencurian hewan ternak. Hingga saat ini pelaku belum tertangkap. Kemudian pada 2017 lalu percobaan tahana kabur yang dilakukan oleh Afri Hendra tahanan kasus narkoba. Bukankah itu kelalaian, ini sangat buruk. Polisi dan pengawai kejasaan yang bertugas pada saat itu harusnya saksinya pemecatan, jika melihat kejadian sebelumnya," katanya.

Ketua DPD IMM Sulawesi Selatan, Andi Saiful Marfian, mengungkap, bahwa dua tahanan yang kabur, sampai saat ini belum ditemukan itu menjadi presiden buruk.

"Kita mengetahui secara bersama peristiwa seperti ini sudah beberapa kali terjadi itukan bobrok namanya makanya wajar kalau masyarakat memberikan rapor merah terkait dengan protap pengawalan tahanan di kabupaten Bone," kata Andi Saiful Marfian Mahasiswa PPs UNM ini

Lanjut dia mengatakan, rapor merah artinya tinggal kelas. "Ini harusnya menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja dan protap pengawalan tahanan kedepannya. Kami minta Kejati Sulsel agar pegawai atau staf kejaksaan yang mengawal tahanan itu harus mengalami sikap tegas memberi saksi supaya kejadian ini tidak terulang lagi," pungkasnya.
(agn)
Berita Terkait
Astaga! 8 Tahanan Polres...
Astaga! 8 Tahanan Polres Lahat Kabur usai Jebol Dinding Sel, Kok Bisa?
Pandemi Covid-19, Belasan...
Pandemi Covid-19, Belasan Tahanan Polsek Kalideres Melarikan Diri
3 Tahanan Narkoba Yang...
3 Tahanan Narkoba Yang Dititip di Polsek Malili Melarikan Diri
Potong Terali Besi Kamar...
Potong Terali Besi Kamar Mandi, 5 Tahanan Polsek Tallo Kabur
Pelaku Pencurian di...
Pelaku Pencurian di Sidrap Kabur Usai Menjebol Plafon Sel Tahanan
Tahanan Narkoba Polda...
Tahanan Narkoba Polda Sulsel Yang Kabur Ditangkap di Sultra
Berita Terkini
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
1 jam yang lalu
Perindo Apresiasi Inisiatif...
Perindo Apresiasi Inisiatif Danantara Bangun Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik di Denpasar Raya
1 jam yang lalu
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
3 jam yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
4 jam yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
5 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
7 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved