Marak Aksi Geng Remaja, Pemprov Gandeng Polisi Lakukan Penindakan

Rabu, 23 Oktober 2019 - 18:47 WIB
Marak Aksi Geng Remaja,...
Pemprov Jatim, gandeng Polda Jatim, untuk menangani geng remaja yang mulai meresahkan masyarakat. Foto/Ilustrasi
A A A
Pemprov Jatim, bersama Polda Jatim, akan menertibkan dan menindak tegas geng remaja yang melakukan aksi kekerasan dan kriminalitas di seluruh wilayah Jatim.

Langkah ini ditempuh menyusul maraknya aksi kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan remaja belasan tahun.

"Pemprov akan terus koordinasi dengan kepolisian akan menertibkan dan tidak akan membiarkan segala bentuk aksi kekerasan. Apalagi jika sudah sampai pada upaya menghilangkan atau membahayakan nyawa seseorang. Kami berkoordinasi dan bekerjasama dengan Polda Jatim untuk melakukan penertiban dan melakukan tindakan tegas bagi geng-geng remaja yang meresahkan masyarakat ini," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (23/10/2019).

Khofifah sangat prihatin atas aksi geng remaja yang melakukan kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain yang terjadi di sejumlah wilayah di Jatim. Khofifah menyebut aksi tersebut merupakan ancaman buat ketertiban dan keamanan masyarakat. Mereka harus dibina tetapi perlu tindakan tegas.

Menurutnya, kenakalan remaja yang marak terjadi di Jawa Timur belakangan ini akibat dua faktor penting yakni faktor lingkungan keluarga dan juga faktor lingkungan pergaulan termasuk media sosial. "Kedua faktor tersebut sangat mempengaruhi pemikiran, perilaku, pola kehidupan, dan tumbuh kembang anak," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam waktu sebulan terakhir cukup banyak aktivitas geng berusia remaja yang melakukan aktivitas yang menjurus ke kekerasan dan kenakalan remaja. Sebut saja di Kota Surabaya ada dua kubu geng yang hingga kini berseteru yaitu geng KP Jawara dan geng All Star yang menggunakan kekerasan dengan senjata celurit, gergaji, pisau hingga gesper besi.

Begitu juga awal bulan lalu aksi kekerasan geng remaja putri juga terjadi di Kabupaten Magetan. Seorang siswi salah satu SMK diserang geng putri dan berujung korban mengalami luka dan trauma hingga dilarikan ke rumah sakit.

Terbaru, aksi kekerasan geng motor yang usianya masih belasan tahun bahkan menyebabkan satu orang tewas di Kabupaten Pasuruan. Pelakunya yang berusia 18 tahun menyerang pemuda di warung kopi dengan celurit lantaran motif balas dendam.

Khofifah juga mengimbau agar pemerintah kabupaten - kota melakukan langkah terpadu khususnya dengan kepolisian setempat untuk menertibkan memberi tindakan tegas pada geng remaja yang mengindikasikan potensi melakukan kekerasan. Menurutnya, pemantauan perlu dilakukan hingga ke media sosial dan grup-grup whatsapp bekerjasama dengan tim siber kepolisian.

"Jika terjadi di sekolah maka kepala sekolah hendaknya menyiapkan tim terpadu yang terdiri atas guru konseling, wali murid dan guru kelas serta koordinasi dengan kepolisian. Ini untuk memberikan pendampingan pada siswanya yang terindikasi keanggotaan geng remaja yang kurang konstruktif," imbuhnya.

Di tingkat sekolah, Khofifah meminta seluruh guru dan tenaga pengajar menanamkan nilai-nilai kedamaian, kerukunan, harmoni, saling kasih dan memberi contoh perilaku baik kepada murid. Diharapkan hal tersebut dapat mencegah perilaku menyimpang pelajar yang justru akan menjerumuskannya ke dalam aksi kriminalitas dan perilaku kekerasan.

"Ada keharusan guru semua mata pelajaran untuk mengajarkan nilai harmoni dan kasih pada muridnya. Nilai ini harus terus disemai agar bisa mencegah perilaku remaja yang menyimpang. Termasuk anak remaja yang membentuk geng geng yang menunjukkan eksistensi dengan kekerasan," katanya.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kota dan Dinas Pendidikan Jatim juga harus menyiapkan format antisipatif, korektif dan evaluatif serta pelaporan. Dinas pendidikan juga harus berkoordinasi dengan Polres dan Polda jika ada aksi geng remaja yang melakukan aktivitas yang meresahkan ketertiban masyarakat.

"Begitu pula dengan para orang tua dan lingkungan terdekat juga harus ikut mengawasi. Ini menjadi tugas bersama. Jangan sampai kenakalan-kenakalan remaja ini terus berlangsung dan jika tidak ditertibkan dan tidak diberi tindakan tegas akan terkesan pembiaran," pungkasnya.
(eyt)
Berita Terkait
Gubernur Khofifah Indar...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa Dukung Bisnis Kuliner di Jawa Timur
Gubernur Jatim Khofifah...
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Kembali Terpapar COVID-19
Polisi Bubarkan Balap...
Polisi Bubarkan Balap Liar di Semarang, 25 Remaja Diamankan
Pengurus IPM Jatim Resmi...
Pengurus IPM Jatim Resmi Dilantik, Ini Pesan Gubernur Khofifah
Hunian Tetap KIP Trenggalek...
Hunian Tetap KIP Trenggalek Diresmikan, Singkatan Nama Khofifah Indar Parawansa?
Khofifah Video Conference...
Khofifah Video Conference dengan Driver Ambulance Pengantar Jenazah Covid-19
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
15 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
1 jam yang lalu
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
1 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
1 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
2 jam yang lalu
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved