Mayat-mayat Korban Corona Tergeletak di Pinggir Jalan

Minggu, 05 April 2020 - 22:50 WIB
Mayat-mayat Korban Corona...
Salah satu jasad korban COVID-19 di kota Guayaquil, Ekuador, dibiarkan warga tergeletak di jalan di depan rumah. Jasad tersebut menunggu petugas berwenang untuk mengambilnya. Foto/ REUTERS/Vicente Gaibor del Pino
A A A
Pemandangan menyedihkan terjadi di kota Guayaquil, barat Ekuador. Di kota itu, mayat-mayat penduduk korban coronavirus disease-19 (COVID-19) dibiarkan tergeletak di beberapa ruas jalan.

Rumah sakit di kota tersebut kewalahan, di mana tempat tidur pasien dan kamar mayat sudah penuh. Layanan pemakaman dan rumah duka juga kewalahan.

Lantaran tidak ada tempat tersisa untuk melatakkan jasad-jasad korban, para warga di kota itu tidak punya pilihan selain menempatkannya di pinggiran jalan di luar rumah.

Tidak jelas berapa banyak dari orang yang meninggal karena COVID-19 di kota itu dan di seluruh Ekuador. Banyak keluarga mengatakan orang yang mereka cintai memiliki gejala terinfeksi virus, sementara yang lain hanya tahu mereka yang sakit tidak dapat dirawat di rumah sakit Guayaquil yang sudah kewalahan.

"Kami telah menunggu selama lima hari," kata warga setempat, Fernando Espana, dalam sebuah video yang diperoleh Reuters pada 30 Maret, ketika ia mengeluh tentang perjuangan untuk meminta pihak berwenang menjemput jasad anggota keluarganya.

"Kami lelah menelepon 911 dan satu-satunya hal yang mereka katakan adalah 'tunggu', mereka sedang bekerja untuk menyelesaikan ini," ujarnya ketika dia menggerakkan kamera melalui jendela untuk menunjukkan jasad yang terbungkus plastik hitam di dalam rumah, dengan dua orang tak tahan mencium bau yang menyengat.

"Ini bau dari tubuh yang tidak bisa lagi ditangani," kata tetangga Espana, Glenda Larrea Vera dalam video yang sama, dari seberang jalan dan di balik masker. "Dan kami juga punya tetangga yang sudah lanjut usia. Saya memiliki Ibu yang berusia 80 tahun yang juga mengalami masalah pernapasan."

Rekaman video pengintai yang diperoleh CNN menunjukkan pengendara sepeda motor meninggalkan jasad di jalan. Beberapa jam kemudian, sekelompok orang yang mengenakan jas hazmat khusus terlihat menjemput jasad dan kemudian pergi dengan kendaraan.

Dalam video lain yang diperoleh CNN, sekelompok orang mengeluarkan jasad dari mobil. Dengan penutup wajah, mereka membungkus jasad dengan sesuatu yang menyerupai terpal hitam ketika kendaraan polisi mendekat beberapa menit kemudian. Percakapan terjadi dan sekelompok orang tersebut memasukkan jasad kembali ke mobil. Polisi mengatakan kepada CNN bahwa mereka tidak dapat menawarkan rincian tentang video tersebut.

Angka-angka nasional menunjukkan bahwa pemerintah Ekuador telah mengumpulkan lebih dari 300 jasad dari rumah-rumah pribadi di kota yang memiliki 2,99 juta penduduk tersebut. Angka itu merupakan hitungan antara 23-30 Maret.

Kota Guayaquil berada di sekitar Sungai Guaya dan merupakan pelabuhan utama negara. Brittanica.com menyebutnya kota paling penting secara ekonomi di negara itu.

Jorge Wated, kepala satuan tugas militer gabungan yang dibentuk untuk menangani krisis virus corona Ekuador, dalam sebuah wawancara televisi pada hari Rabu mengatakan bahwa satuan tugasnya telah berubah dari membawa 30 orang yang meninggal per hari menjadi 150 orang selama tiga hari terakhir. "Ini terlepas dari kerja keras yang diaktifkan kembali oleh rumah duka pribadi dan pemakaman di negara ini," kata Wated.

Lemari Es Raksasa

Sementara itu, laporan terbaru dari Reuters, Minggu (5/4/2020), menyebutkan bahwa Ekuador menyimpan jasad-jasad korban COVID-19 di lemari es raksasa. Langkah itu diambil ketika ratusan kematian di kota Guayaquil, pusat wabah COVID-19 di Ekuador, telah memenuhi kamar mayat dan rumah sakit.

Ekuador telah mengkonfirmasi 318 kematian akibat virus tersebut, salah satu negara dengan kematian tertinggi di Amerika Latin. Tetapi Presiden Lenin Moreno mengatakan pada pekan ini bahwa angka sebenarnya lebih tinggi karena pihak berwenang mengumpulkan lebih dari 100 jasad sehari, kebanyakan dari rumah kerabat karena karantina yang ketat mencegah jasad-jasad korban dikuburkan.

Pemerintah telah memasang tiga kontainer, yang terbesar sepanjang 12 meter (40 kaki), di rumah sakit umum untuk melindungi banyak jasad sampai kuburan disiapkan. Demikian disampaikan Wali Kota Guayaquil, Cynthia Viteri. Sejauh ini 150 korban telah dimakamkan di pemakaman pribadi di kota pelabuhan tersebut.

Di rumah sakit Teodoro Maldonado Carbo di Guayaquil pada hari Sabtu, pekerja medis yang mengenakan alat pelindung mengirim jasad-jasad yang dibungkus plastik dari ruang penyimpanan dan menggunakan palet untuk mendorong mereka ke satu wadah. Pemandangan itu disaksikan seorang fotografer Reuters.

"Pandemi ini mengalahkan kapasitas layanan rumah sakit kami," kata rumah sakit dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Pada hari Sabtu, pemerintah Ekuador mengatakan akan mengaktifkan sistem digital baru yang akan memungkinkan keluarga untuk mencari tahu di mana kerabat mereka yang meninggal dikuburkan.

Moreno mengatakan pemerintah memperkirakan jumlah total kematian di sekitar Guayaquil mencapai 3.500 orang, dan mengatakan "kamp khusus" sedang dibangun untuk menguburkan mereka yang meninggal.
(nun)
Berita Terkait
Mutasi Baru Virus Corona
Mutasi Baru Virus Corona
Hasil Tes Swab Berbeda...
Hasil Tes Swab Berbeda di Litbangkes dan RS USU, PDP asal Taput Antara Positif dan Negatif
Putri Bos Narkoba El...
Putri Bos Narkoba El Chapo Bantu Kaum Miskin Terdampak Corona
Gotong Royong Atasi...
Gotong Royong Atasi Covid-19, Eagle Indo Pharma Sumbang Hand Sanitizer ke PMI
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Corona, 60 Warga Desa Bah Joga Dirapid Test
Kasus Infeksi Virus...
Kasus Infeksi Virus Corona Dunia Tembus 4 Juta
Berita Terkini
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
1 jam yang lalu
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, 27-28 Juni Gratis Naik Transum, Bebas Masuk Ancol dan Ragunan
4 jam yang lalu
Perindo Sulut Rampungkan...
Perindo Sulut Rampungkan Struktur Kecamatan, Bidik 3 Kursi DPRD
6 jam yang lalu
Pramono Perintahkan...
Pramono Perintahkan Investigasi Kasus Pemotongan Kabel Lift JPO Lenteng Agung
7 jam yang lalu
DPRD Klungkung Perkuat...
DPRD Klungkung Perkuat Pengawasan, Pastikan WTP Berdampak Nyata bagi Masyarakat
7 jam yang lalu
Selain Resmikan RSUD,...
Selain Resmikan RSUD, Prabowo Diagendakan Menghadiri Munas Hipmi di Lampung
8 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved