alexa snippet

Wakapolsek Gunungpati Sempat Disel 3 Bulan dan Punya Catatan Buruk

Wakapolsek Gunungpati Sempat Disel 3 Bulan dan Punya Catatan Buruk
Wakapolsek Gunungpati Semarang AKP Hadi yang kini menjadi buronan ternyata pernah di sel selama tiga bulan dan punya catatan buruk selama karirnya di kepolisian. Kombes Pol Hendra Supriatna. Eka Setiawan. Koran SINDO.
A+ A-
SEMARANG - Wakapolsek Gunungpati Semarang AKP Hadi yang kini menjadi buronan ternyata pernah ditahan di sel selama tiga bulan dan mempunyai catatan buruk selama karirnya di kepolisian.

Track record buruk ini tentu akan menjadi pertimbangan yang memberatkan untuk proses internalnya nanti.

Menurut Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Hendra Supriatna pada tahun 2004 oknum polisi itu melakukan penganiayaan. Saat itu Hadi masih berpangkat Inspektur Satu (Iptu).

“Melakukan penganiayaan di tempat karaoke terhadap gadis panggilan. Saat itu dihukum 3 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Semarang. Dia saat itu menjabat sebagai salah satu kanit (kepala unit) di Polres Semarang Barat,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2015).

Setelah rampung menjalani proses pidana dan sanksi internal itu, Hadi kembali bertugas di kepolisian.

Tak hanya kembali bertugas, ternyata dia juga naik pangkat. Setelah Iptu, Hadi naik pangkat menjadi AKP (Ajun Komisaris Polisi).

Pada tahun 2012, Hadi ternyata kembali tersandung kasus. Informasi yang dihimpun, dia ikut berperan membawa keluar seorang tahanan perempuan kasus penyalahgunaan narkoba dari penjara di Kompleks Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polrestabes Semarang.

Hadi saat itu menjabat sebagai salah satu kanit di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Tanpa izin, tahanan perempuan itu dibawa keluar jalan–jalan.

“Saat itu (kasus 2012) sanksinya seperti apa, saya masih dalami. Kenapa juga sampai kembali dapat jabatan menjadi Kepala Unit Sabhara Polsek Gunungpati, ditarik kembali ke Polrestabes lalu kembali ke Gunungpati menjadi Wakapolsek,” papar Hendra.

Sementara itu sejumlah saksi sudah diperiksa. Di antaranya; Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi hingga pemilik karaoke Kumala Asri bernama Hartono alias Kenthus, warga Tumpang, Sampangan, Kota Semarang.

dibaca 5.145x
halaman ke-1 dari 2
loading gif
Top