Penangkapan Gubernur Lukas Enembe Dinodai Anarkistis, Tokoh Agama Papua: Jaga Kedamaian
Rabu, 11 Januari 2023 - 07:31 WIB
loading...
Sekretaris Umum Sinode Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua, Pendeta Dr Yones Wenda. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A
A
A
JAYAPURA - Penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe oleh KPK sebagai tersangka dugaan gratifikasi Rp1 miliar hingga terjadi aksi anarkis pendukung mendapat sorotan tokoh agama Papua.
Sekretaris Umum Sinode Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua, Pendeta Dr Yones Wenda meminta seluruh masyarakat Papua tidak terprovokasi atas upaya hukum KPK.
"Saya himbau kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua, jangan terprovokasi atas upaya hukum terhadap bapak Lukas oleh KPK. Biarkan Beliau menjalani proses hukum yang berjalan," ucap Pdt. Yones, Rabu (11/1/2023).
Baca juga: 4 Orang Tertembak saat Pembubaran Aksi Massa Lukas Enembe di Bandara Sentani
Menurutnya, masyarakat Papua agar menjaga keamanan dan kedamaian, tanpa melakukan aksi-aksi yang malah merugikan. "Sekali lagi, biarkan Beliau menjalani proses hukumnya, kita di Tanah Papua saya himbau untuk tetap tenang dan menjaga keamanan dan kedamaian," pintanya.
Pihaknya juga meminta KPK tidak pandang bulu, bersikap tegas kepada siapapun yang melakukan praktek korupsi. Karena sejatinya, korupsi malah menyengsarakan masyarakat Papua sendiri.
"Kami tokoh agama Papua, memohon kepada KPK agar para pejabat Papua baik kepala daerah Kabupaten/Kota maupun kepala kampung yang melakukan korupsi, harus di proses hukum,"tegasnya.
Sekretaris Umum Sinode Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua, Pendeta Dr Yones Wenda meminta seluruh masyarakat Papua tidak terprovokasi atas upaya hukum KPK.
"Saya himbau kepada seluruh masyarakat di Tanah Papua, jangan terprovokasi atas upaya hukum terhadap bapak Lukas oleh KPK. Biarkan Beliau menjalani proses hukum yang berjalan," ucap Pdt. Yones, Rabu (11/1/2023).
Baca juga: 4 Orang Tertembak saat Pembubaran Aksi Massa Lukas Enembe di Bandara Sentani
Menurutnya, masyarakat Papua agar menjaga keamanan dan kedamaian, tanpa melakukan aksi-aksi yang malah merugikan. "Sekali lagi, biarkan Beliau menjalani proses hukumnya, kita di Tanah Papua saya himbau untuk tetap tenang dan menjaga keamanan dan kedamaian," pintanya.
Pihaknya juga meminta KPK tidak pandang bulu, bersikap tegas kepada siapapun yang melakukan praktek korupsi. Karena sejatinya, korupsi malah menyengsarakan masyarakat Papua sendiri.
"Kami tokoh agama Papua, memohon kepada KPK agar para pejabat Papua baik kepala daerah Kabupaten/Kota maupun kepala kampung yang melakukan korupsi, harus di proses hukum,"tegasnya.
Lihat Juga :