Viral Ustazah Disawer, PBNU: Kurang Etis, Diingatkan dengan Santun
Kamis, 05 Januari 2023 - 23:40 WIB
loading...
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohammad Mukri. Foto/MPI/Widya Michella
A
A
A
JAKARTA - Video ustazah disawer oleh sejumlah pria saat tilawatil Quran, viral di media sosial. Kejadian ini juga mendapatkan respons dari Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohammad Mukri.
Baca juga: Gempar! Ustazah Disawer saat Tilawatil Quran, MUI: Haram
Menurutnya tindakan tersebut kurang etis, karena kondisi Qoriah sedang khidmat dan Khusyuk saat tengah membaca Alquran. "Kalau dari sisi orang yang nyawer, itu orangnya sebenarnya mau memberi hadiah bentuk penghargaan," ujar Mukri, Kamis (5/1/2023).
"Hanya ketika orang sedang khidmat, kemudian ada orang yang seliwar-seliwer, ke sana kemari, kayaknya kurang etis. Bukan persoalan haramnya, tetapi kurang etis orang lagi baca Alquran kok mengganggu pandangan orang. Mestinya, orang mendengarkan ketika ada yang membaca Alquran bukan untuk nyawer," imbuhnya.
Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Wanita Muda di Denpasar, Polisi Ungkap Jaringan Prostitusi Online
Ketum MUI Lampung ini yakin, maksud pria yang menyawer itu hanya ingin memberikan apresiasi kepada ustazah sesuai naluri manusia. Namun, caranya tidak baik. "Seharusnya apresiasi itu dapat disampaikan usai pembacaan Alquran, sehingga tidak mengurangi kehidmatan orang yang sedang baca Alquran, dan mengganggu orang yang mendengarkan," ujarnya.
Baca juga: Gempar! Ustazah Disawer saat Tilawatil Quran, MUI: Haram
Menurutnya tindakan tersebut kurang etis, karena kondisi Qoriah sedang khidmat dan Khusyuk saat tengah membaca Alquran. "Kalau dari sisi orang yang nyawer, itu orangnya sebenarnya mau memberi hadiah bentuk penghargaan," ujar Mukri, Kamis (5/1/2023).
"Hanya ketika orang sedang khidmat, kemudian ada orang yang seliwar-seliwer, ke sana kemari, kayaknya kurang etis. Bukan persoalan haramnya, tetapi kurang etis orang lagi baca Alquran kok mengganggu pandangan orang. Mestinya, orang mendengarkan ketika ada yang membaca Alquran bukan untuk nyawer," imbuhnya.
Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Wanita Muda di Denpasar, Polisi Ungkap Jaringan Prostitusi Online
Ketum MUI Lampung ini yakin, maksud pria yang menyawer itu hanya ingin memberikan apresiasi kepada ustazah sesuai naluri manusia. Namun, caranya tidak baik. "Seharusnya apresiasi itu dapat disampaikan usai pembacaan Alquran, sehingga tidak mengurangi kehidmatan orang yang sedang baca Alquran, dan mengganggu orang yang mendengarkan," ujarnya.
Lihat Juga :