PPKM Dicabut, Satgas Covid-19 Kepri Minta Pengurus RT Tetap Ajak Warga Vaksin
Rabu, 04 Januari 2023 - 07:31 WIB
loading...
Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), meminta pengurus RT dan RW untuk tetap mengajak warga melakukan vaksin Covid-19, meski PPKM telah dicabut. Foto/Ilustrasi/Dok.
A
A
A
TANJUNGPINANG - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), untuk mencegah penularan Covid-19, telah resmi dicabut. Meski demikian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), tetap meminta pengurus RT dan RW untuk mengajak warganya melaksanakan vaksin Covid-19 di Puskesmas terdekat.
Baca juga: PPKM Dicabut, Menkes Minta Masyarakat Segera Lengkapi Vaksin Covid-19
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, kebijakan pemerintah mencabut pembatasan sosial untuk kepentingan masyarakat, yang seharusnya diiringi dengan peningkatan daya tahan tubuh.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan Covid-19, pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis, yang seharusnya dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Baca juga: Awas! Ada Akun Palsu Catut Gubernur Kepri untuk Penipuan
"Jangan sampai muncul persepsi, bahwa pencabutan pembatasan sosial itu menandakan Indonesia sudah memasuki endemi, dan tidak lagi dalam kondisi darurat kesehatan. Itu persepsi yang keliru," katanya.
Baca juga: PPKM Dicabut, Menkes Minta Masyarakat Segera Lengkapi Vaksin Covid-19
Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, kebijakan pemerintah mencabut pembatasan sosial untuk kepentingan masyarakat, yang seharusnya diiringi dengan peningkatan daya tahan tubuh.
Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan Covid-19, pemerintah menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis, yang seharusnya dimanfaatkan masyarakat secara maksimal.
Baca juga: Awas! Ada Akun Palsu Catut Gubernur Kepri untuk Penipuan
"Jangan sampai muncul persepsi, bahwa pencabutan pembatasan sosial itu menandakan Indonesia sudah memasuki endemi, dan tidak lagi dalam kondisi darurat kesehatan. Itu persepsi yang keliru," katanya.
Lihat Juga :