6 Kecelakaan Maut Paling Mengerikan di Tahun 2022
Jum'at, 30 Desember 2022 - 06:36 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, rombongan truk dengan 29 penumpang ini sedang dalam perjalanan pulang dari lokasi tambang emas di Pegunungan Arfak. Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom saat dikonfirmasi menjelaskan, para korban kecelakaan maut tersebut sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Kapolres, berdasarkan laporan sementara hasil olah TKP, sebanyak 13 korban tewas di lokasi kejadian, 3 korban lainnya tewas setelah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Pratama Warmare. Sedangkan 13 orang lainnya dalam kondisi kritis.
"Sebanyak 13 orang penumpang dalam kondisi kritis masih dirawat di RS Pratama Warmare. Sementara 13 jenazah yang meninggal dunia di lokasi kejadian sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Manokwari," ungkapnya.
3. Truk Masuk Jurang di Sumba Tengah
![6 Kecelakaan Maut Paling Mengerikan di Tahun 2022]()
Kecelakaan mengerikan juga terjadi di bulan Juni, tepatnya Sabtu (25/6/2022) di Waiurang, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Truk yang mengangkut 21 penumpang jatuh ke dalam jurang, 9 orang tewas dalam peristiwa itu sementara 12 orang lainnya luka berat.
“Kejadiannya Jumat kemarin pukul 13.00 Wita” kata Kasatlantas Polres Sumba Barat AKP Jainudin. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika puluhan warga menumpang truk yang bergerak dari Lenang menuju Tanambanas, Kabupaten Sumba Tengah. Saat tiba di Kampung Waiurang, kondisi jalan menurun.
Kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga sopir Pace Pundu Daitana kesulitan mengendalikan laju truk. Seketika truk pun terbalik dan jatuh masuk ke dalam jurang. "Penyebab truk masuk jurang diduga karena rem blong," katanya.
Dia mengatakan, lima orang meninggal di tempat kejadian. Sementara tiga warga lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Satu orang meninggal di Puskesmas Pahar,” ucapnya.
4. Truk Tangki Pertamina di Cibubur
![6 Kecelakaan Maut Paling Mengerikan di Tahun 2022]()
Kecelakaan Truk Tangki Pertamina di Cibubur, dalam insiden yang terjadi pada 18 Oktober 2022 ini menyebabkan sebanyak 10 orang tewas. Hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kecelakaan truk tangki Pertamina di Jalan Transyogi Cibubur, Kota Bekasi, ini akibat rem truk tangki tersebut tidak berfungsi.
Kronologis kejadian yang menewaskan 10 orang ini bermula ketika truk tangki Pertamina B 9598 BEH berangkat dari TBBM Plumpang pukul 14.00 menunju Cileungsi, Kabupaten Bogor dengan membawa 24.000 liter pertalite.
Saat melewati Tol Rawamangun-Cawang pengemudi mendengar suara mendesis dan tekanan angin di kabin menunjukkan angka 7 bar. Namun saat diperiksa, pengemudi tidak menemukan sumber suara mendesis. Selama perjalanan pengemudi merasakan rem kurang pakem.
Saat keluar Gerbang Tol Cibubur, pengemudi mulai merasakan gangguan pada sistem rem, saat itu perseneling kendaraan di posisi 5. Pengemudi pun berpindah lajur, dari lajur cepat ke lajur lambat paling kiri dan mencoba melakukan pengereman namun tidak berhasil. Pengemudi juga sudah menarik rem trailer maupun hand brake namun tidak bekerja sesuai yang diharapkan. Truk tidak dapat dikendalikan dan menabrak 2 mobil penumpang di lajur lambat.
Truk tetap melaju tidak berhenti meski sudah menabrak 2 mobil penumpang. Pengemudi pun berinisiatif berpindah lajur untuk terlepas dari dua kendaraan. Namun, sebelah kiri trotoar cukup tinggi. Dengan kecepatan tinggi, pengemudi membanting setir ke kanan jalan. Namun, saat itu banyak pengendara jalan tengah berhenti menunggu lampu lalu lintas yang merah.
Menurut Kapolres, berdasarkan laporan sementara hasil olah TKP, sebanyak 13 korban tewas di lokasi kejadian, 3 korban lainnya tewas setelah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Pratama Warmare. Sedangkan 13 orang lainnya dalam kondisi kritis.
"Sebanyak 13 orang penumpang dalam kondisi kritis masih dirawat di RS Pratama Warmare. Sementara 13 jenazah yang meninggal dunia di lokasi kejadian sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Manokwari," ungkapnya.
3. Truk Masuk Jurang di Sumba Tengah

Kecelakaan mengerikan juga terjadi di bulan Juni, tepatnya Sabtu (25/6/2022) di Waiurang, Desa Tanambanas, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Truk yang mengangkut 21 penumpang jatuh ke dalam jurang, 9 orang tewas dalam peristiwa itu sementara 12 orang lainnya luka berat.
“Kejadiannya Jumat kemarin pukul 13.00 Wita” kata Kasatlantas Polres Sumba Barat AKP Jainudin. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika puluhan warga menumpang truk yang bergerak dari Lenang menuju Tanambanas, Kabupaten Sumba Tengah. Saat tiba di Kampung Waiurang, kondisi jalan menurun.
Kendaraan diduga mengalami rem blong sehingga sopir Pace Pundu Daitana kesulitan mengendalikan laju truk. Seketika truk pun terbalik dan jatuh masuk ke dalam jurang. "Penyebab truk masuk jurang diduga karena rem blong," katanya.
Dia mengatakan, lima orang meninggal di tempat kejadian. Sementara tiga warga lainnya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Satu orang meninggal di Puskesmas Pahar,” ucapnya.
4. Truk Tangki Pertamina di Cibubur

Kecelakaan Truk Tangki Pertamina di Cibubur, dalam insiden yang terjadi pada 18 Oktober 2022 ini menyebabkan sebanyak 10 orang tewas. Hasil investigasi yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kecelakaan truk tangki Pertamina di Jalan Transyogi Cibubur, Kota Bekasi, ini akibat rem truk tangki tersebut tidak berfungsi.
Kronologis kejadian yang menewaskan 10 orang ini bermula ketika truk tangki Pertamina B 9598 BEH berangkat dari TBBM Plumpang pukul 14.00 menunju Cileungsi, Kabupaten Bogor dengan membawa 24.000 liter pertalite.
Saat melewati Tol Rawamangun-Cawang pengemudi mendengar suara mendesis dan tekanan angin di kabin menunjukkan angka 7 bar. Namun saat diperiksa, pengemudi tidak menemukan sumber suara mendesis. Selama perjalanan pengemudi merasakan rem kurang pakem.
Saat keluar Gerbang Tol Cibubur, pengemudi mulai merasakan gangguan pada sistem rem, saat itu perseneling kendaraan di posisi 5. Pengemudi pun berpindah lajur, dari lajur cepat ke lajur lambat paling kiri dan mencoba melakukan pengereman namun tidak berhasil. Pengemudi juga sudah menarik rem trailer maupun hand brake namun tidak bekerja sesuai yang diharapkan. Truk tidak dapat dikendalikan dan menabrak 2 mobil penumpang di lajur lambat.
Truk tetap melaju tidak berhenti meski sudah menabrak 2 mobil penumpang. Pengemudi pun berinisiatif berpindah lajur untuk terlepas dari dua kendaraan. Namun, sebelah kiri trotoar cukup tinggi. Dengan kecepatan tinggi, pengemudi membanting setir ke kanan jalan. Namun, saat itu banyak pengendara jalan tengah berhenti menunggu lampu lalu lintas yang merah.
Lihat Juga :