Lonjakan COVID-19 di Jabar Bakal Terus Terjadi hingga Agustus
Minggu, 12 Juli 2020 - 10:49 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, efek peningkatan tes masif mengingat saat ini Jabar sedang mengejar target tes PCR 1 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 500.000 sesuai standar WHO.
"Sekarang (tes PCR) mungkin di 88.000 (tes). Makin banyak yang dites, makin banyak temuan positif, makin bagus untuk pelacakan," terang Bony.
Ketiga, pelimpahan administrasi. Dia menjelaskan, Jabar berpotensi menerima limpahan kasus dari provinsi lain. Artinya, warga tertular di provinsi lain, namun karena ber-KTP Jabar, maka dihitung sebagai kasus warga Jabar.
"Kita juga menerima limpahan kasus dari provinsi lain," imbuh Bony.
Lebih lanjut Bony mengatakan, para pakar sebetulnya kesulitan menentukan kurva penularan, apakah Indonesia saat ini telah melewati gelombang pertama COVID-19 atau belum.
Dia menerangkan, syarat untuk menentukan kurva adalah kapasitas tes masif yang baik. Di awal wabah terjadi, kata Bony, tes masif belum sebaik seperti saat ini.
"Sebenarnya agak sulit menentukan kurva apakah kita masih first wave (gelombang pertama) atau menyongsong second wave (gelombang kedua)," akunya.
"Sekarang (tes PCR) mungkin di 88.000 (tes). Makin banyak yang dites, makin banyak temuan positif, makin bagus untuk pelacakan," terang Bony.
Ketiga, pelimpahan administrasi. Dia menjelaskan, Jabar berpotensi menerima limpahan kasus dari provinsi lain. Artinya, warga tertular di provinsi lain, namun karena ber-KTP Jabar, maka dihitung sebagai kasus warga Jabar.
"Kita juga menerima limpahan kasus dari provinsi lain," imbuh Bony.
Lebih lanjut Bony mengatakan, para pakar sebetulnya kesulitan menentukan kurva penularan, apakah Indonesia saat ini telah melewati gelombang pertama COVID-19 atau belum.
Dia menerangkan, syarat untuk menentukan kurva adalah kapasitas tes masif yang baik. Di awal wabah terjadi, kata Bony, tes masif belum sebaik seperti saat ini.
"Sebenarnya agak sulit menentukan kurva apakah kita masih first wave (gelombang pertama) atau menyongsong second wave (gelombang kedua)," akunya.
Lihat Juga :