Samuel Christ, YouTuber Makassar Berprestasi di Amerika
Sabtu, 11 Juli 2020 - 22:42 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi, sejak awal saya memang tidak ada passion untuk jadi konten kreator. Bahkan, tiga bulan saya di AS pun banyak waktu yang terbuang. Kerjaannya cuma main game yang tidak ada manfaatnya sama sekali,” kata dia.
Tapi Samuel menyadari kemampuannya, salah satunya senang berbicara sehingga kemudian memutuskan untuk membuat vlog dari AS. Tonggak sejarah hidupnya pun dimulai. Untuk pertama kalinya, ia membuat video horror Halloween. “Tujuannya hanya untuk mendokumentasikan diri saja. Di masa depan nanti saya bisa melihat bahwa saat saya masih di AS, pernah membuat ini. Jadi awalnya hanya sekadar bikin video vlog saja,” ujar dia.
Namun setelah 2—3 vlog dibuatnya, dia ternyata semakin tertarik dan berniat untuk serius menekuni bidang konten kreator. Meskipun di tahun 2017, profesi sebagai konten creator belum sepopuler sekarang. “Saya pun pernah bicara ke orang tua mau jadi Youtuber, mereka gak mengerti. Tidak setuju. Youtube kala itu memang belum populer. Kata orang tua, ngapain sih beli kamera, lebih baik serius sekolah,” ungkap dia.
Bahkan, niatnya menjadi Youtuber juga pernah disampaikannya kepada teman-temannya. Bukan diapresiasi, yang ada dirinya malah diremehkan dan dibuat candaan. “Waktu itu tidak ada yang percaya. Mimpi saya, kalau jumlah subscriber mencapai 10.000 aja, itu luar biasa. Tapi teman saya bilang, hal itu tidak akan tercapai, mungkin 20 tahun lagi baru bisa dicapai,” kata dia.
Hal itu hampir saja membuat mental Samuel jatuh. Terlebih, setelah enam bulan posting video dengan konsisten di Youtube, tidak ada perkembangan sama sekali. Hasilnya nihil. “Saya merasa tidak cocok jadi konten kreator. Sudah 6 bulan bikin video, tidak ada perkembangan yang baik. Yang nonton cuma 100-200 orang,” kata dia.
Namun, di tengah kegalauannya, tiba-tiba salah satu videonya yang sudah diposting dua bulan sebelumnya berjudul ‘Jangan Pernah Telepon Nomor Ini’ meledak dan ditonton hingga ratusan ribu kali. Semangatnya pun kembali membuncah. Baginya, itulah titik awal dari kebangkitannya sebagai seorang Youtuber.
Tapi Samuel menyadari kemampuannya, salah satunya senang berbicara sehingga kemudian memutuskan untuk membuat vlog dari AS. Tonggak sejarah hidupnya pun dimulai. Untuk pertama kalinya, ia membuat video horror Halloween. “Tujuannya hanya untuk mendokumentasikan diri saja. Di masa depan nanti saya bisa melihat bahwa saat saya masih di AS, pernah membuat ini. Jadi awalnya hanya sekadar bikin video vlog saja,” ujar dia.
Namun setelah 2—3 vlog dibuatnya, dia ternyata semakin tertarik dan berniat untuk serius menekuni bidang konten kreator. Meskipun di tahun 2017, profesi sebagai konten creator belum sepopuler sekarang. “Saya pun pernah bicara ke orang tua mau jadi Youtuber, mereka gak mengerti. Tidak setuju. Youtube kala itu memang belum populer. Kata orang tua, ngapain sih beli kamera, lebih baik serius sekolah,” ungkap dia.
Bahkan, niatnya menjadi Youtuber juga pernah disampaikannya kepada teman-temannya. Bukan diapresiasi, yang ada dirinya malah diremehkan dan dibuat candaan. “Waktu itu tidak ada yang percaya. Mimpi saya, kalau jumlah subscriber mencapai 10.000 aja, itu luar biasa. Tapi teman saya bilang, hal itu tidak akan tercapai, mungkin 20 tahun lagi baru bisa dicapai,” kata dia.
Hal itu hampir saja membuat mental Samuel jatuh. Terlebih, setelah enam bulan posting video dengan konsisten di Youtube, tidak ada perkembangan sama sekali. Hasilnya nihil. “Saya merasa tidak cocok jadi konten kreator. Sudah 6 bulan bikin video, tidak ada perkembangan yang baik. Yang nonton cuma 100-200 orang,” kata dia.
Namun, di tengah kegalauannya, tiba-tiba salah satu videonya yang sudah diposting dua bulan sebelumnya berjudul ‘Jangan Pernah Telepon Nomor Ini’ meledak dan ditonton hingga ratusan ribu kali. Semangatnya pun kembali membuncah. Baginya, itulah titik awal dari kebangkitannya sebagai seorang Youtuber.
Lihat Juga :