alexametrics

Samuel Christ, YouTuber Makassar Berprestasi di Amerika

loading...
Samuel Christ, YouTuber Makassar Berprestasi di Amerika
Samuel Christ, YouTuber Makassar Berprestasi di Amerika . Foto/Ist
A+ A-
MAKASSAR - Pria bernama lengkap Samuel Christ, kelahiran Malang, 5 Mei 2000 ini dikenal sebagai konten kreator Youtube yang cukup populer di kalangan milenial di Tanah Air.

Tak pernah memiliki passion sebagai konten kreator, nyatanya Samuel mampu mendulang sukses sebagai seorang Youtuber. (Baca juga: Bebas dari Tahanan, Youtuber Ferdian Paleka Tampak Semringah)

Dibesarkan oleh kakeknya di Makassar, Samuel tumbuh menjadi anak yang di-anakemaskan nan nakal. Diakuinya, di masa kecil, memang tidak banyak yang memotivasi dirinya untuk maju. Hidup jauh dari orang tuanya yang tinggal di Malang, membuatnya hampir tidak naik kelas.

Namun kehidupannya mulai berubah ketika orang tuanya pindah ke Makassar. “Selama SD kan saya tinggal sama kakek. Nah, saat SMP orang tua ikut pindah ke Makassar. Saya mulai bisa serius belajar hingga tamat SMA. Saya jadi punya cita-cita untuk melanjutkan pendidikan di Seattle, AS,” ucap Samuel kepada SINDOnews, Sabtu (11/7/2020).

Bukan isapan jempol belaka, karena kemudian Samuel benar-benar mewujudkan mimpinya. Setelah melakukan serangkaian tes, dirinya masuk ke Edmonds Community College dan lulus dengan nilai cum laude. “Masuk ke AS, selama dua tahun pertama belajar di college, kemudian saya ditransfer ke University of Washington di Seattle, AS, yang tercatat sebagai salah satu dari 15 top kampus di dunia,” kata dia.

Soal passion, pemilik akun Instagram @samuelchrist ini mengaku awalnya tidak terlalu memahaminya. Namun, di saat SMA, dirinya pernah suka bermain gitar. Sebabnya, dia termotivasi untuk mengejar seorang wanita yang memiliki kriteria pacar idamannya bisa bermain alat musik.

“Jadi, sejak awal saya memang tidak ada passion untuk jadi konten kreator. Bahkan, tiga bulan saya di AS pun banyak waktu yang terbuang. Kerjaannya cuma main game yang tidak ada manfaatnya sama sekali,” kata dia.

Tapi Samuel menyadari kemampuannya, salah satunya senang berbicara sehingga kemudian memutuskan untuk membuat vlog dari AS. Tonggak sejarah hidupnya pun dimulai. Untuk pertama kalinya, ia membuat video horror Halloween. “Tujuannya hanya untuk mendokumentasikan diri saja. Di masa depan nanti saya bisa melihat bahwa saat saya masih di AS, pernah membuat ini. Jadi awalnya hanya sekadar bikin video vlog saja,” ujar dia.

Namun setelah 2—3 vlog dibuatnya, dia ternyata semakin tertarik dan berniat untuk serius menekuni bidang konten kreator. Meskipun di tahun 2017, profesi sebagai konten creator belum sepopuler sekarang. “Saya pun pernah bicara ke orang tua mau jadi Youtuber, mereka gak mengerti. Tidak setuju. Youtube kala itu memang belum populer. Kata orang tua, ngapain sih beli kamera, lebih baik serius sekolah,” ungkap dia.

Bahkan, niatnya menjadi Youtuber juga pernah disampaikannya kepada teman-temannya. Bukan diapresiasi, yang ada dirinya malah diremehkan dan dibuat candaan. “Waktu itu tidak ada yang percaya. Mimpi saya, kalau jumlah subscriber mencapai 10.000 aja, itu luar biasa. Tapi teman saya bilang, hal itu tidak akan tercapai, mungkin 20 tahun lagi baru bisa dicapai,” kata dia.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak