Pembalakan Liar Marak, Hutan Lindung di Aceh Selatan Kian Terancam
Minggu, 25 Desember 2022 - 04:49 WIB
loading...
A
A
A
Aktivis Lingkungan ini juga merincikan, ada tiga titik daerah di Kabupaten Aceh Selatan yang dilakukan pemantauan yakni di Kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Desa Jambo Dalen dan Desa Seunebok Keuranji, Kecamatan Kota Bahagia. Ketiga lokasi Ini merupakan daerah yang paling tinggi aktivitas ilegalnya.
Adanya temuan dugaan pembukaan lahan illegal yang dilakukan secara massif ini, mengakibatkan Kawasan KEL Aceh Selatan ini sangat memprihatinkan, terlebih jika melihat kondisi daerah yang rawan akan bencana alam dan konflik satwa dengan manusia terutama di Desa Seunebok Keuranji.
Baca juga: Mengerikan! Pria di Meranti Diserang dan Diseret Buaya saat Angkat Batang Sagu
Wajar saja, pada awal November 2022 lalu, kawanan harimau dilaporkan masuk kepemukiman dan telah memangsa sembilan ekor kambing milik warga, yang lebih menakutkan lagi lokasinya begitu dekat dengan rumah penduduk yang hanya berjarak 15 meter.
“Baru baru ini ada turun harimau ke kampung dan memangsa kambing sebanyak 9 ekor milik Teuku Abdul Lazeb dan Nasuki, ternak warga yang dimakan satwa yang dilindungi itu terjadi pada malam hari,” kata Junaidi selaku Kadus di Desa Seunebok Keuranji.
Dengan adanya kejadian tersebut, kata Junaidi, tentunya membuat masyarakat panik dan ketakutan untuk beraktivitas diluar rumah, karena mengingat jarak kandang kambing dan rumah warga sangat dekat.
Melihat kondisi maraknya pembalakan liar tersebut termasuk serangan satwa yang telah terjadi di pemukiman warga di Desa Seuneubok Keuranji tersebut, HAKA meminta Kepolisian mengusut dalang pelakunya.
Adanya temuan dugaan pembukaan lahan illegal yang dilakukan secara massif ini, mengakibatkan Kawasan KEL Aceh Selatan ini sangat memprihatinkan, terlebih jika melihat kondisi daerah yang rawan akan bencana alam dan konflik satwa dengan manusia terutama di Desa Seunebok Keuranji.
Baca juga: Mengerikan! Pria di Meranti Diserang dan Diseret Buaya saat Angkat Batang Sagu
Wajar saja, pada awal November 2022 lalu, kawanan harimau dilaporkan masuk kepemukiman dan telah memangsa sembilan ekor kambing milik warga, yang lebih menakutkan lagi lokasinya begitu dekat dengan rumah penduduk yang hanya berjarak 15 meter.
“Baru baru ini ada turun harimau ke kampung dan memangsa kambing sebanyak 9 ekor milik Teuku Abdul Lazeb dan Nasuki, ternak warga yang dimakan satwa yang dilindungi itu terjadi pada malam hari,” kata Junaidi selaku Kadus di Desa Seunebok Keuranji.
Dengan adanya kejadian tersebut, kata Junaidi, tentunya membuat masyarakat panik dan ketakutan untuk beraktivitas diluar rumah, karena mengingat jarak kandang kambing dan rumah warga sangat dekat.
Melihat kondisi maraknya pembalakan liar tersebut termasuk serangan satwa yang telah terjadi di pemukiman warga di Desa Seuneubok Keuranji tersebut, HAKA meminta Kepolisian mengusut dalang pelakunya.
Lihat Juga :