Patih Madhu, Makcomblang Pernikahan Raja Majapahit dengan Putri Sunda
Kamis, 22 Desember 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Patih Madhu, bahwa Hayam Wuruk ingin menikahi putri Dyah Pithaloka Citraresmi dan menjadikannya sebagai permaisuri. Dikatakan juga bahwa Hayam Wuruk sangat tergila-gila dengan kecantikan sang putri.
Tidak hanya itu, Patih Madhu juga menjelaskan jika perkawinan itu terjadi dan saat pesta nanti, putrinya itu akan ditempatkan di posisi yang sangat terhormat dengan Raja Kahuripan di kanan dan Hayam Wuruk di kiri.
Setelah mendengarkan penjelasan Patih Madhu yang sangat menyakinkan, Raja Sunda itu pun luluh hatinya.
Baca: Perang Bubat, Tragedi Kisah Cinta Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka
Misi Patih Madhu menyakinkan Raja Sunda pun berhasil. Dia lalu diminta kembali ke Majapahit dan menyampaikan kepada Hayam Wuruk bahwa lamarannya diterima. Tidak hanya itu, Hayam Wuruk juga bersedia ke Majapahit.
Tetapi jalannya sejarah tidak seindah yang dikehendaki manusia, karena Tuhan punya kuasa. Seperti diketahui, selanjutnya rombongan pengantin dari Kerajaan Sunda dibantai habis oleh pasukan Gajah Mada.
Peristiwa tragis itu kemudian dikenal sebagai Perang Bubat yang menimbulkan mitos dendam orang Sunda kepada Jawa (Majapahit). Sampai di sini ulasan singkat makcomblang masa Kerajaan Majapahit. Semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Nurhayati Rahman, Sri Sukesi Adiwimarta, Antologi Sastra Daerah Nusantara, Masyarakat Pernaskahan Nusantara, 1999.
2. Sri Wintala Achmad, Perang Bubat, 1279 Saka, Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit, Araska Publisher, 2019.
Tidak hanya itu, Patih Madhu juga menjelaskan jika perkawinan itu terjadi dan saat pesta nanti, putrinya itu akan ditempatkan di posisi yang sangat terhormat dengan Raja Kahuripan di kanan dan Hayam Wuruk di kiri.
Setelah mendengarkan penjelasan Patih Madhu yang sangat menyakinkan, Raja Sunda itu pun luluh hatinya.
Baca: Perang Bubat, Tragedi Kisah Cinta Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka
Misi Patih Madhu menyakinkan Raja Sunda pun berhasil. Dia lalu diminta kembali ke Majapahit dan menyampaikan kepada Hayam Wuruk bahwa lamarannya diterima. Tidak hanya itu, Hayam Wuruk juga bersedia ke Majapahit.
Tetapi jalannya sejarah tidak seindah yang dikehendaki manusia, karena Tuhan punya kuasa. Seperti diketahui, selanjutnya rombongan pengantin dari Kerajaan Sunda dibantai habis oleh pasukan Gajah Mada.
Peristiwa tragis itu kemudian dikenal sebagai Perang Bubat yang menimbulkan mitos dendam orang Sunda kepada Jawa (Majapahit). Sampai di sini ulasan singkat makcomblang masa Kerajaan Majapahit. Semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Nurhayati Rahman, Sri Sukesi Adiwimarta, Antologi Sastra Daerah Nusantara, Masyarakat Pernaskahan Nusantara, 1999.
2. Sri Wintala Achmad, Perang Bubat, 1279 Saka, Membongkar Fakta Kerajaan Sunda vs Kerajaan Majapahit, Araska Publisher, 2019.
(san)
Lihat Juga :