Disebut Kecolongan Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar, Densus 88 Angkat Bicara
Rabu, 21 Desember 2022 - 19:17 WIB
loading...
A
A
A
"Kelompok yang lainnya itu tidak berhenti untuk merekrut dan menarik kembali kelompok-kelompoknya. Jadi istilah kecolongan atau ketidakmampuan tentu tidak," tegasnya lagi.
Aswin melihat, situasi sekarang ibarat perang yang terus berlanjut antara Densus 88 dan stakeholders terkait dengan kelompok teroris. Pasalnya, mereka tak berhenti membangkitkan semangat juangnya untuk melakukan perlawanan.
Baca juga: Terungkap, 1 Ransel Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar Bandung Gagal Meledak
"Densus terus memonitor dan biasanya cara kita memonitor adalah dengan melakukan pemantauan eskalasi ancaman," ucap Aswin.
Apabila tidak ada perubahan eskalasi ancaman, kata Aswin, proses monitoring yang dilakukan Densus 88 berjalan seperti yang selama ini dilakukan. Di waktu tertentu, seperti pascaperistiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, maka monitoring ditingkatkan.
"Kita lakukan sebuah operasi seperti yang dihasilkan pascabom ini," tandasnya.
Aswin melihat, situasi sekarang ibarat perang yang terus berlanjut antara Densus 88 dan stakeholders terkait dengan kelompok teroris. Pasalnya, mereka tak berhenti membangkitkan semangat juangnya untuk melakukan perlawanan.
Baca juga: Terungkap, 1 Ransel Bom Bunuh Diri Mapolsek Astana Anyar Bandung Gagal Meledak
"Densus terus memonitor dan biasanya cara kita memonitor adalah dengan melakukan pemantauan eskalasi ancaman," ucap Aswin.
Apabila tidak ada perubahan eskalasi ancaman, kata Aswin, proses monitoring yang dilakukan Densus 88 berjalan seperti yang selama ini dilakukan. Di waktu tertentu, seperti pascaperistiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, maka monitoring ditingkatkan.
"Kita lakukan sebuah operasi seperti yang dihasilkan pascabom ini," tandasnya.
Lihat Juga :