Warga Tambrauw Papua Barat Dukung Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat

Kamis, 08 Desember 2022 - 23:43 WIB
loading...
Warga Tambrauw Papua...
Warga dan tokoh masyarakat yang bermukim di empat suku yang ada di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat mendukung pembentukan lembaga masyarakat adat. Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A A A
TAMBRAUW - Warga dan tokoh masyarakat yang bermukim di empat suku yang ada di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat mendukung pembentukan lembaga masyarakat adat.

Pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (LEMATA) dinilai penting karena menjadi wadah koordinasi bagi empat suku besar yang ada di Tambrauw. Empat suku itu yakni Suku Abun, Miyah, Ireres dan Suku Mpur.

Baca juga: Kaya Akan Keindahan Alam, Tambrauw Perlu Kedepankan Konservasi

Mereka mendukung pelaksanaan musyawarah adat untuk membentuk LEMATA yang direncanakan akan berlangsung pada 19-21 Januari 2023 mendatang.

Kepala Suku Miyah Tambrauw, Ignasius Baru mengatakan selama ini masing-masing suku di Tambrauw berjalan dengan sendiri-sendiri. Oleh karena itu, perlu ada satu wadah yang dapat mengakomodir semua suku yang ada di Tambrauw.

Hal itu untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang selama ini belum diperhatikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Selama 14 tahun ini kita berada di masing-masing rumah yang kecil di suku-suku kita. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan untuk membentuk rumah yang sedikit besar, sehingga dapat memperjuangkan hak-hak kita masyarakat adat yang ada di masing-masing suku di Tambrauw," katanya di sela diskusi yang berlangsung di Kampung Wayo, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Bangun Pariwisata Tambrauw Perlu Ditanamkan Empat Pilar Pariwisata

Ignasius mengajak semua masyarakat adat yang ada di wilayah Suku Miyah untuk bersama-sama memberikan dukungan, sehingga pelaksanaan Musdat pembentukan LEMATA bisa dapat terealisasi. Dengan begitu, hak-hak masyarakat adat ke depan bisa diperjuangkan dan diperhatikan dengan baik.

"Mari kita satukan pikiran untuk mendukung pembentukan LEMATA, sehingga kedepan bisa menjadi wadah koordinasi dan dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang ada di masing-masing suku di Tambrauw," ucapnya.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Karoon Tambrauw, Yulius Mirino mengungkapkan, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan ini, maka kedepan masyarakat akan paham dan mengerti tentang tujuan berdirinya lembaga masyarakat adat.

"Sosialisasi ini sudah menghimpun para kepala suku dan ketua lembaga masyarakat adat yang ada di Tambrauw, sehingga semua punya satu konsep dan tujuan untuk sama-sama berjalan. Kedepan dengan adanya LEMATA ini bisa menjembatani semua aspirasi masyarakat adat di Tambrauw," ungkapnya.

Yulius mengatakan, rumah adat ini mengandung arti yang sangat besar, bahkan mengandung arti yang mendalam. Apalagi kehadiran Kabupaten Tambrauw tidak terlepas dari perjuangan masyarakat adat. Oleh karena itu, kehadiran LEMATA kedepan akan membicarakan mengenai martabat, harga diri dan hak kesulungan yang ada di atas tanah Tambrauw.

"Ini dibentuk untuk bisa mengayomi, menerima aspirasi dan melahirkan kesepakatan-kesepakatan bersama, sehingga adat tidak mudah ditinggalkan oleh pemerintah, tetapi hak-hak masyarakat adat kedepan bisa diperhatikan," ujarnya.

Di tempat yang sama tokoh masyarakat Adat Fef, sekaligus Ketua Marga Bofra, Albert Bofra berharap dengan adanya LEMATA ini dapat memperjuangkan tanah masyarakat adat yang kini dialihfungsikan menjadi daerah konservasi.

"Kedepan bisa memperjuangkan kembali tanah masyarakat adat yang kini dialihfungsikan menjadi daerah konservasi. Karena ini hak masyarakat adat dan kami belum pernah menandatangani daerah konservasi tersebut," ucapnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Adat Fef Raya, Marius Hae mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan terhadap pembentukan LEMATA. Karena kehadiran lembaga adat ini akan memproteksi dan memperhatikan hak-hak masyarakat adat yang ada di masing-masing suku di Tambrauw.

"Mari kita memberikan dukungan terhadap pembentukannya, sehingga dapat memproteksi dan melindungi hak-hak masyarakat adat yang ada di masing-masing wilayah suku," ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Soroti Investasi di...
Soroti Investasi di Fakfak, Anggota DPD RI Filep: Hormati Hak Masyarakat Adat
TMMD ke-128, Warga Papua...
TMMD ke-128, Warga Papua Bahagia Jalan Menuju Pantai dan Sekolah Mulai Diperbaiki
Aktivis Papua Kecam...
Aktivis Papua Kecam Serangan TPNPB yang Tewaskan 2 Warga Sipil di Tambrauw dan Tembagapura
1.037 Peserta Seleksi...
1.037 Peserta Seleksi CPNS dan Masyarakat Manokwari Selatan Diimbau Jaga Kamtibmas
Permudah Mobilitas Masyarakat,...
Permudah Mobilitas Masyarakat, Kepala Suku Adat Meyah Papua Terima Bantuan Kendaraan
Mendikdasmen Resmikan...
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni, Anggaran Capai Rp17,5 Miliar
Baleg DPR Genjot Pembahasan...
Baleg DPR Genjot Pembahasan 4 RUU, Termasuk Satu Data Indonesia dan Masyarakat Adat
Mama Papua Hadir di...
Mama Papua Hadir di Pesta Media, Suarakan Upaya Menjaga Hutan
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved