Sejarah Jabodetabek 1970-an, Dimulai dari Konsep Metropolitan
Senin, 05 Desember 2022 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Rencana ini berlangsung dari tahun 1975 sampai 1980. Tahap kedua pada 1980-1990, Ali dan jajarannya membidik pembangunan di Cibinong, Bogor, Tangerang, dan Cikarang. Terakhir, tahap ketiga berlangsung pada tahun 1990 hingga 2000, dan mulai merambah ke pembangunan di Ciputat, Ciledug, dan Cileungsi.
Dalam setiap tahapannya, Ali selalu melakukan pembangunan area hijau di masing-masing kota. Nama Jabotabek kemudian berkembang menjadi Jabodetabek (ditambah Depok) pada tahun 1999. Baca juga: Kisah Ali Sadikin Melegalkan Judi untuk Membangun Jakarta
Sementara itu, muncul pula konsep megapolitan yang dibawa oleh Ali bersama Sutiyoso, ke hadapan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) pada Februari 2005. Dalam tulisan Tarsoen Waryono bertajuk ‘Peran Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Dalam Kancah Menuju Kawasan Megapolitan’, yang dimuat dalam Kumpulan Makalah Periode 1987-2008, megapolitan adalah konsep penataan dan pengaturan pada kawasan Jabodetabek secara berkelanjutan.
Namun, bukan berarti wilayah Bodetabek masuk dalam Provinsi DKI Jakarta, mereka tetap berdiri masing-masing di wilayah provinsi awalnya. Seperti Bogor, Bekasi, dan Depok yang tetap berada di Jawa Barat, serta Tangerang di Banten.
(mhd)
Lihat Juga :