Naik Status Awas, Ini Peta Rawan Bencana Letusan Gunung Semeru
Minggu, 04 Desember 2022 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Kawasan yang masuk ke KRB II, antara lain di sepanjang aliran Kali Glidik, Besuk Sarat, Besuk Bang, Besuk Kembar, Kali Sumbersari, Besuk Kobokan, Besuk Semut, Curah Lengkong, Kali Lengkong, Besuk Sat, Kali Manjing, Kali Liprak, dan Kali Regoyo.
Sementara kawasan paling berbahaya dari bencana letusan Gunung Semeru, adalah KRB III. Yakni, kawasan yang sering dilanda awan panas, aliran lava, material lontaran, dan guguran batu pijar. Wilayah yang masuk KRB III meliputi puncak Gunung Semeru, Kali Glidik, Besuk Sarat, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Kobokan, Besuk Semut, Curah Lengkong, dan Besuk Sat.
Dengan adanya peningkatan status Gunung Semeru menjadi awas tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.
Baca juga: Sabtu Pon Garut Diguncang Gempa, Ada Pertanda Ini Menurut Primbon Jawa
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Mengantisipasi terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, masyarakat juga dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Sementara kawasan paling berbahaya dari bencana letusan Gunung Semeru, adalah KRB III. Yakni, kawasan yang sering dilanda awan panas, aliran lava, material lontaran, dan guguran batu pijar. Wilayah yang masuk KRB III meliputi puncak Gunung Semeru, Kali Glidik, Besuk Sarat, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Kobokan, Besuk Semut, Curah Lengkong, dan Besuk Sat.
Dengan adanya peningkatan status Gunung Semeru menjadi awas tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.
Baca juga: Sabtu Pon Garut Diguncang Gempa, Ada Pertanda Ini Menurut Primbon Jawa
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Mengantisipasi terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, masyarakat juga dilarang keras melakukan aktivitas dalam radius 5 km dari kawah. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
(eyt)
Lihat Juga :