Terbukti, Bojonegoro Kalahkan Kabupaten Sekitar Bidang Infrastruktur dan Penurunan Kemiskinan
Sabtu, 03 Desember 2022 - 21:42 WIB
loading...
Program Pemkab Bojonegoro dalam penanganan kemiskinan di daerah sudah selaras dari tahun ke tahun.
A
A
A
Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam penanganan kemiskinan di daerah sudah selaras dari tahun ke tahun. Strategi penanganan kemiskinan melalui program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang melibatkan seluruh stakeholder dan OPD terkait. Di sini, program jangka panjang yang menjadi salah satu program prioritas Pemkab Bojonegoro adalah pembangunan infrastruktur.
Diantaranya pembangunan infrastruktur irigasi, jalan nglenyer, jembatan penghubung, dan bendungan. Capaian pembangunan infrastruktur ini melampaui kabupaten sekitar. Data dari Bappeda menunjukkan, diantaranya peningkatan jalan rigid beton mulai tahun 2018 sampai dengan 2022 telah terbangun sepanjang 513,1 km. Selain itu dalam kurun 4 tahun ini untuk meningkatkan konektivitas antar kawasan, telah dilakukan pembangunan dan pelebaran jembatan sebanyak 666 unit. Termasuk jembatan TBB (Terusan Bojonegoro-Blora) dan jembatan TBT (Terusan Bojonegoro-Tuban) masing-masing sepanjang 220 m.
Kepala Bappeda Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo saat dikonfirmasi Sabtu (3/12/2022) mengatakan angka kemiskinan di Bojonegoro turun secara signifikan. Terbaru, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kemiskinan turun sebesar 1,06% dari 13,27% pada tahun 2021 menjadi 12,21% pada tahun 2022.
Sebagaimana data BPS, capaian ini paling baik dalam 5 tahun terakhir. Capaian persentase kemiskinan Bojonegoro tahun 2022 lebih baik dari Lamongan, Ngawi, dan Tuban. Persentase kemiskinan Bojonegoro 12,21%, Kabupaten Lamongan 12,53%, Kabupaten Ngawi 14,15%, dan Kabupaten Tuban 15,02%.
"Persentase Bojonegoro lebih baik dari 3 kabupaten lain. Dan untuk akumulasi penurunan selama 6 tahun kita terbanyak. Sementara dari persentase kemiskinan kita lebih baik dari Lamongan, Ngawi dan Tuban," ungkapnya.
Diantaranya pembangunan infrastruktur irigasi, jalan nglenyer, jembatan penghubung, dan bendungan. Capaian pembangunan infrastruktur ini melampaui kabupaten sekitar. Data dari Bappeda menunjukkan, diantaranya peningkatan jalan rigid beton mulai tahun 2018 sampai dengan 2022 telah terbangun sepanjang 513,1 km. Selain itu dalam kurun 4 tahun ini untuk meningkatkan konektivitas antar kawasan, telah dilakukan pembangunan dan pelebaran jembatan sebanyak 666 unit. Termasuk jembatan TBB (Terusan Bojonegoro-Blora) dan jembatan TBT (Terusan Bojonegoro-Tuban) masing-masing sepanjang 220 m.
Kepala Bappeda Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo saat dikonfirmasi Sabtu (3/12/2022) mengatakan angka kemiskinan di Bojonegoro turun secara signifikan. Terbaru, rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut kemiskinan turun sebesar 1,06% dari 13,27% pada tahun 2021 menjadi 12,21% pada tahun 2022.
Sebagaimana data BPS, capaian ini paling baik dalam 5 tahun terakhir. Capaian persentase kemiskinan Bojonegoro tahun 2022 lebih baik dari Lamongan, Ngawi, dan Tuban. Persentase kemiskinan Bojonegoro 12,21%, Kabupaten Lamongan 12,53%, Kabupaten Ngawi 14,15%, dan Kabupaten Tuban 15,02%.
"Persentase Bojonegoro lebih baik dari 3 kabupaten lain. Dan untuk akumulasi penurunan selama 6 tahun kita terbanyak. Sementara dari persentase kemiskinan kita lebih baik dari Lamongan, Ngawi dan Tuban," ungkapnya.
Lihat Juga :