Head to Head Dua Nasution Berebut Kursi Wali Kota Medan
Kamis, 09 Juli 2020 - 20:36 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Faisal Riza tidak begitu yakin Akhyar bisa dengan cepat memanfaatkan segmen pemilih yang spesifik dari kedua partai tersebut.
"Tapi apakah bisa secara cepat membangun psikopolitik dengan pendukung partai itu Challenge nya. Selain itu mungkin bisa dilihat dari seberapa efektifitas strategi dan pembiayaan kerja politik," jelasnya. (BACA JUGA: 3 Provokator Demo Anarkis BLT di Madina yang Ditangkap Berasal dari Luar Desa)
Di sisi lain Bobby Nasution, Faisal Riza menghitung bahwa banyak partai yang akan mendukung. Partai-partai tersebut adalah PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN, PSI, dan PPP.
"Koalisi gemuk ini bisa merupakan modal awal yang sangat cukup dan menjadi kelebihan jika dikelola dengan efektif. Platform Kolaborasi sangat kuat tergambar dari ragam partai yang bisa bekerja di dalam, dan juga kelompok sosial yang beragam dan terbuka. Jaringan ini mengandaikan lebih banyak peluang," paparnya.
Dijelaskannya, kehadiran Bobby Nasution dalam Pemilihan Wali Kota Medan 2020 tidak sekedar menarik perhatian partai politik. Tapi juga menjadi harapan bagi masyarakat Kota Medan dalam membawa perubahan.
"Kehadiran Bobby juga dapat dianggap representasi dari suasana bathin masyarakat kota yang menginginkan perubahan fundamental dalam penyelenggaraan kota modern, yang lebih estetis, lebih berkah.
"Tapi apakah bisa secara cepat membangun psikopolitik dengan pendukung partai itu Challenge nya. Selain itu mungkin bisa dilihat dari seberapa efektifitas strategi dan pembiayaan kerja politik," jelasnya. (BACA JUGA: 3 Provokator Demo Anarkis BLT di Madina yang Ditangkap Berasal dari Luar Desa)
Di sisi lain Bobby Nasution, Faisal Riza menghitung bahwa banyak partai yang akan mendukung. Partai-partai tersebut adalah PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PAN, PSI, dan PPP.
"Koalisi gemuk ini bisa merupakan modal awal yang sangat cukup dan menjadi kelebihan jika dikelola dengan efektif. Platform Kolaborasi sangat kuat tergambar dari ragam partai yang bisa bekerja di dalam, dan juga kelompok sosial yang beragam dan terbuka. Jaringan ini mengandaikan lebih banyak peluang," paparnya.
Dijelaskannya, kehadiran Bobby Nasution dalam Pemilihan Wali Kota Medan 2020 tidak sekedar menarik perhatian partai politik. Tapi juga menjadi harapan bagi masyarakat Kota Medan dalam membawa perubahan.
"Kehadiran Bobby juga dapat dianggap representasi dari suasana bathin masyarakat kota yang menginginkan perubahan fundamental dalam penyelenggaraan kota modern, yang lebih estetis, lebih berkah.
Lihat Juga :