Nurdin Salurkan Bantuan 5 Ventilator ke RS Swasta dan Pemerintah
Kamis, 09 Juli 2020 - 19:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia menyebutkan, bantuan ini sangat dibutuhkan dalam penanganan pasien COVID-19 . Selain itu, mengurangi pembiayaan dari APBD Sulsel untuk penanganan COVID-19 dengan melibatkan donatur. Bantuan datang dari berbagai pihak terus mengalir. Bantuan disalurkan secara transparan, sehingga gubernur memberikan apresiasi kepada donatur.
"Bantuan ini sangat berarti bagi rumah sakit, sebab satu ventilator berada di kisaran harga Rp600 juta hingga satu miliar rupiah. Bagi rumah sakit yang berada di bawah naungan pemerintah provinsi atau Kementerian Kesehatan lebih mudah untuk melakukan pengadaan ventilator. Dengan memberikan ke rumah sakit swasta, akan mengurangi beban keuangan mereka. Selain itu, rumah sakit tersebut juga merupakan rumah sakit penyangga COVID-19," jelasnya.
"Tetapi yang swasta, seperti yang kita berikan ke RS Ibnu Sina, terus RS Akademis, RS Stella Maris, itu ada juga pasien-pasien COVID-19. Makanya kita berikan. Kita berikan secara merata," sambungnya.
Sedangkan alat PCR yang diberikan ke RSKD Dadi, merupakan alat PCR kedelapan yang dimiliki oleh Pemprov Sulsel. Selain itu, juga akan meningkatkan jumlah test spesimen serta rumah sakit ini yang merupakan rumah sakit utama penanganan COVID-19 bisa mengeluarkan hasilnya dengan cepat.
"Selama ini harus kirim ke BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan), ke laboratorium kesehatan yang lain. Sekarang ini, salah satu keluhan dari para pasien adalah lambatnya hasil. Dengan mempunyai PCR sendiri bisa lebih cepat dalam melakukan test dan hasilnya juga lebih cepat disampaikan ke pasien," ujarnya.
"Bantuan ini sangat berarti bagi rumah sakit, sebab satu ventilator berada di kisaran harga Rp600 juta hingga satu miliar rupiah. Bagi rumah sakit yang berada di bawah naungan pemerintah provinsi atau Kementerian Kesehatan lebih mudah untuk melakukan pengadaan ventilator. Dengan memberikan ke rumah sakit swasta, akan mengurangi beban keuangan mereka. Selain itu, rumah sakit tersebut juga merupakan rumah sakit penyangga COVID-19," jelasnya.
"Tetapi yang swasta, seperti yang kita berikan ke RS Ibnu Sina, terus RS Akademis, RS Stella Maris, itu ada juga pasien-pasien COVID-19. Makanya kita berikan. Kita berikan secara merata," sambungnya.
Sedangkan alat PCR yang diberikan ke RSKD Dadi, merupakan alat PCR kedelapan yang dimiliki oleh Pemprov Sulsel. Selain itu, juga akan meningkatkan jumlah test spesimen serta rumah sakit ini yang merupakan rumah sakit utama penanganan COVID-19 bisa mengeluarkan hasilnya dengan cepat.
"Selama ini harus kirim ke BBLK (Balai Besar Laboratorium Kesehatan), ke laboratorium kesehatan yang lain. Sekarang ini, salah satu keluhan dari para pasien adalah lambatnya hasil. Dengan mempunyai PCR sendiri bisa lebih cepat dalam melakukan test dan hasilnya juga lebih cepat disampaikan ke pasien," ujarnya.
Lihat Juga :