Top Banget! Ibu Muda Nekat Tinggalkan Dunia Perbankan di Manado, dan Sukses Jualan Cilok
Jum'at, 02 Desember 2022 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
"Sebelumnya, saya bekerja di sebuah bank swasta di Manado. Sudah lima tahun saya bekerja. Kemudian memutuskan untuk mengundurkan diri dan membuka usaha, yaitu bakso tusuk atau cilok, dengan bahan dasar tuna dan tepung tapioka," tutur Liani.
Awalnya, karena belum memiliki latar belakang berjualan cilok, wanita murah senyum ini memutuskan untuk membuka usaha waralaba terlebih dahulu.Selang beberapa bulan, setelah mengetahui lika-liku bisnis tersebut, akhirnya dia putuskan untuk membuka sendiri.
"Pada awal buka usaha, jalan yang saya lalui tak mulus. Karena pada waktu itu, pandemi Covid-19 terjadi, memang harus berjuang," ujar ibu rumah tangga yang kini tengah hamil tujuh bulan tersebut.
Baca juga: Oknum TNI Bebaskan Paksa Penambang Ilegal? Ini Penjelasan Dandim dan Kapolres Madina
Namun demikian kata dia, untuk menjadi wiraswasta yang berhasil tidak boleh menyerah, meskipun di tengah pandemi Covid-19. "Saya berpegang pada pepatah, pelaut yang tangguh tidak lahir dari laut yang tenang, melainkan dari ombak yang besar dan badai. Meskipun pada saat itu terjadi pandemi Covid-19, namun saya terus berusaha untuk bertahan membuka usaha, karena Tuhan pasti menolong," tambahnya.
Rupanya usaha tak mengkhianati hasil, setelah pandemi Covid-19 mulai berakhir, anak-anak kembali ke sekolah, usaha yang dibukanya, mulai ramai, karena tempat dia membuka tenant di Alfamart Madidir Siswa Bitung, dekat dengan sekolah SMP dan SMA, sehingga banyak pembelinya.
Awalnya, karena belum memiliki latar belakang berjualan cilok, wanita murah senyum ini memutuskan untuk membuka usaha waralaba terlebih dahulu.Selang beberapa bulan, setelah mengetahui lika-liku bisnis tersebut, akhirnya dia putuskan untuk membuka sendiri.
"Pada awal buka usaha, jalan yang saya lalui tak mulus. Karena pada waktu itu, pandemi Covid-19 terjadi, memang harus berjuang," ujar ibu rumah tangga yang kini tengah hamil tujuh bulan tersebut.
Baca juga: Oknum TNI Bebaskan Paksa Penambang Ilegal? Ini Penjelasan Dandim dan Kapolres Madina
Namun demikian kata dia, untuk menjadi wiraswasta yang berhasil tidak boleh menyerah, meskipun di tengah pandemi Covid-19. "Saya berpegang pada pepatah, pelaut yang tangguh tidak lahir dari laut yang tenang, melainkan dari ombak yang besar dan badai. Meskipun pada saat itu terjadi pandemi Covid-19, namun saya terus berusaha untuk bertahan membuka usaha, karena Tuhan pasti menolong," tambahnya.
Rupanya usaha tak mengkhianati hasil, setelah pandemi Covid-19 mulai berakhir, anak-anak kembali ke sekolah, usaha yang dibukanya, mulai ramai, karena tempat dia membuka tenant di Alfamart Madidir Siswa Bitung, dekat dengan sekolah SMP dan SMA, sehingga banyak pembelinya.
Lihat Juga :