Stabilkan Harga Jelang Nataru Pemerintah Gelontorkan Beras ke Pasar
Rabu, 30 November 2022 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Dari data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan produksi beras di bulan November mencapai 2,2 juta ton dan Desember 1 juta ton sehingga totalnya sekitar 3 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi beras di angka 2,5-2,6 juta ton per bulan. Dari jumlah tersebut terdapat selisih berkisar 2 juta ton.
“Dengan stok yang ada dari panen-panen sebelumnya kebutuhan beras Nataru cukup. Kita menjamin stok beras cukup, jadi masyarakat jangan khawatir dan tidak perlu panik dengan berbelanja berlebihan, karena pemerintah akan menjaga agar stok beras ini bisa tersebar merata di masyarakat,” kata dia. Baca juga:Waduh, Stok Beras di Pasar Induk Cipinang Menipis Jelang Libur Nataru
Menurutnya, upaya menjaga stabilitas harga beras jelang Nataru tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar semua pihak memperhatikan kesiapan bahan pangan dan energi setiap menjelang hari besar keagamaan dan nasional. Hal tersebut penting mengingat akan terjadi lonjakan konsumsi dan mobilitas.
Arief menjelaskan, idealnya pemenuhan cadangan beras Bulog dimaksimalkan pada musim panen raya semester I pada Maret dan April, sehingga pada semester II Bulog dapat melakukan intervensi pasar di akhir tahun, dengan kisaran 150.000 ton per bulan dan 200.000 ton per bulan pada Januari-Februari 2023.
"Dalam intervensi tersebut pemerintah dapat melepas beras dengan harga Rp8.300 per kg dan sampai di masyarakat dengan harga Rp9.000 per kg," tutupnya.
“Dengan stok yang ada dari panen-panen sebelumnya kebutuhan beras Nataru cukup. Kita menjamin stok beras cukup, jadi masyarakat jangan khawatir dan tidak perlu panik dengan berbelanja berlebihan, karena pemerintah akan menjaga agar stok beras ini bisa tersebar merata di masyarakat,” kata dia. Baca juga:Waduh, Stok Beras di Pasar Induk Cipinang Menipis Jelang Libur Nataru
Menurutnya, upaya menjaga stabilitas harga beras jelang Nataru tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang meminta agar semua pihak memperhatikan kesiapan bahan pangan dan energi setiap menjelang hari besar keagamaan dan nasional. Hal tersebut penting mengingat akan terjadi lonjakan konsumsi dan mobilitas.
Arief menjelaskan, idealnya pemenuhan cadangan beras Bulog dimaksimalkan pada musim panen raya semester I pada Maret dan April, sehingga pada semester II Bulog dapat melakukan intervensi pasar di akhir tahun, dengan kisaran 150.000 ton per bulan dan 200.000 ton per bulan pada Januari-Februari 2023.
"Dalam intervensi tersebut pemerintah dapat melepas beras dengan harga Rp8.300 per kg dan sampai di masyarakat dengan harga Rp9.000 per kg," tutupnya.
(don)
Lihat Juga :