Stabilkan Harga Jelang Nataru Pemerintah Gelontorkan Beras ke Pasar
Rabu, 30 November 2022 - 13:36 WIB
loading...
Pemerintah, melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional, menggelontorkan beras ke pasar untuk menstabilkan harga komoditas pangan pokok menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Foto ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah menggelontorkan beras ke pasar untuk menstabilkan harga komoditas pangan pokok menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023. Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Ageny (NFA) Arief Prasetyo Adi menjelaskan cadangan beras Bulog per November berada di posisi 569 ribu ton.
Sehingga pada November-Desember diperlukan pelepasan stok sekitar 150-200 ribu ton per bulan untuk intervensi pasar guna menjaga agar harga beras tetap terkendali dan tidak membebani inflasi. Baca juga: Desak Pemerintah Segera Impor Beras, Pedagang Pasar Induk: Kalau Tidak Mengimpor, Wassalam
“Di semester kedua ini, khususnya November-Desember menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) memang waktunya kita melepas stok untuk pengendalian harga, terlebih pemerintah menargetkan inflasi di November dan Desember ini turun agar tidak melebihi angka pertumbuhan ekonomi,” kata Arief, Rabu (30/11/2022).
Melalui aksi operasi pasar tersebut, Arief menargetkan stok beras di tingkat masyarakat tersedia dan stabilitas harganya terjaga. Pemerintah akan optimalkan stok Bulog yang tersedia sekarang sekitar 569 ribu ton, sambil terus melakukan penyerapan.
"Memang target kita stok beras Bulog di akhir tahun 1,2 juta ton dengan mengutamakan produksi dalam negeri, tetapi apabila sampai waktunya belum juga bisa terpenuhi, terpaksa last option harus kita cukupi dari luar,” katanya.
Sehingga pada November-Desember diperlukan pelepasan stok sekitar 150-200 ribu ton per bulan untuk intervensi pasar guna menjaga agar harga beras tetap terkendali dan tidak membebani inflasi. Baca juga: Desak Pemerintah Segera Impor Beras, Pedagang Pasar Induk: Kalau Tidak Mengimpor, Wassalam
“Di semester kedua ini, khususnya November-Desember menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) memang waktunya kita melepas stok untuk pengendalian harga, terlebih pemerintah menargetkan inflasi di November dan Desember ini turun agar tidak melebihi angka pertumbuhan ekonomi,” kata Arief, Rabu (30/11/2022).
Melalui aksi operasi pasar tersebut, Arief menargetkan stok beras di tingkat masyarakat tersedia dan stabilitas harganya terjaga. Pemerintah akan optimalkan stok Bulog yang tersedia sekarang sekitar 569 ribu ton, sambil terus melakukan penyerapan.
"Memang target kita stok beras Bulog di akhir tahun 1,2 juta ton dengan mengutamakan produksi dalam negeri, tetapi apabila sampai waktunya belum juga bisa terpenuhi, terpaksa last option harus kita cukupi dari luar,” katanya.
Lihat Juga :