Ingin Papua Bersih dari Korupsi, ini Harapan Pemuka Agama dari Keerom
Selasa, 29 November 2022 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
“Jika memang bersalah silahkan dibuktikan secara hukum, atau jika benar silahkan dibuktikan secara hukum, karena kita semua menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan,“ tegas Pendeta Manufandu.
Karena itu Pendeta Manufandu berharap agar Lukas sebagai seorang pimpinan masyarakat di Papua, harus kooperatif terhadap KPK selaku penegak hukum, sehingga orang Papua akan menghormati hukum, ada rasa keadilan dan kebenaran.
“Sebagai tokoh agama, saya mendukung proses hukum yang dilakukan KPK bahkan lembaga penegak hukum lainnya, untuk memperlihatkan kepada masyarakat kebenaran dan keadilan itu," katanya.
Kepada para pejabat daerah di Papua, Pendeta Manufandu berharap agar dana-dana pembangunan yang telah dianggarkan, dikelola dengan penuh rasa adil guna memajukan Papua dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai dana itu lebih banyak digunakan untuk menyejahterakan para pejabat.
“Coba dicek kampung-kampung asli, masyarakat suku asli. Rata-rata belum ada satu kampung pun yang bisa berswasembada, bisa keluar dari ketertinggalan ekonomi, belum ada. Padahal nilai dana otonomi khusus (Otsus) itu kita dengar cukup besar sampai dengan berapa tahun sudah dilaksanakan, tapi secara kasat mata belum kelihatan hasilnya, ”sebut Pendeta Manufandu.
Karena itu Pendeta Manufandu berharap agar Lukas sebagai seorang pimpinan masyarakat di Papua, harus kooperatif terhadap KPK selaku penegak hukum, sehingga orang Papua akan menghormati hukum, ada rasa keadilan dan kebenaran.
“Sebagai tokoh agama, saya mendukung proses hukum yang dilakukan KPK bahkan lembaga penegak hukum lainnya, untuk memperlihatkan kepada masyarakat kebenaran dan keadilan itu," katanya.
Kepada para pejabat daerah di Papua, Pendeta Manufandu berharap agar dana-dana pembangunan yang telah dianggarkan, dikelola dengan penuh rasa adil guna memajukan Papua dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai dana itu lebih banyak digunakan untuk menyejahterakan para pejabat.
“Coba dicek kampung-kampung asli, masyarakat suku asli. Rata-rata belum ada satu kampung pun yang bisa berswasembada, bisa keluar dari ketertinggalan ekonomi, belum ada. Padahal nilai dana otonomi khusus (Otsus) itu kita dengar cukup besar sampai dengan berapa tahun sudah dilaksanakan, tapi secara kasat mata belum kelihatan hasilnya, ”sebut Pendeta Manufandu.
Lihat Juga :