Permukiman Padat Penduduk Berpotensi Jadi Pusat Penyebaran COVID-19
Kamis, 09 Juli 2020 - 14:32 WIB
loading...
Kawasan padat penduduk berpotensi menjadi pusat penyebaran virus corona atau COVID-19. Foto/Ilustrasi: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Permukiman padat penduduk berpotensi menjadi pusat penyebaran COVID-19 . Toh, sudah ada contoh cepatnya penyebaran virus corona di wilayah padat penduduk, seperti di India dan Singapura. Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, menyampaikan permukiman padat penduduk memang menjadi titik rawan penyebaran virus corona.
Bappenas menyebut jumlah penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan di Indonesia sudah mencapai 55. Tak heran, ada banyak pemukiman kumuh dan padat penduduk di kota-kota besar, seperti Jakarta.
Tri menjelaskan situasi ini sudah menjadi tren global. Roda perekonomian di kota menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk migrasi dari desa. Ia menerangkan kepadatan di kota itu menimbulkan beberapa masalah, terutama ketersediaan perumahan. Lahan di wilayah perkotaan sangat terbatas dan lebih mahal.
Baca Juga: Waspada Kemunculan Klaster Baru COVID-19 di Sulsel
“Kondisi perkotaan, seperti DKI Jakarta yang paling maju (di Indonesia) mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan. Perumahan yang layak belum memadai,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema Urgensi Penanganan Permukiman Padat Penduduk Menghadapi COVID-19, Kamis (9/7/2020).
Bappenas menyebut jumlah penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan di Indonesia sudah mencapai 55. Tak heran, ada banyak pemukiman kumuh dan padat penduduk di kota-kota besar, seperti Jakarta.
Tri menjelaskan situasi ini sudah menjadi tren global. Roda perekonomian di kota menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk migrasi dari desa. Ia menerangkan kepadatan di kota itu menimbulkan beberapa masalah, terutama ketersediaan perumahan. Lahan di wilayah perkotaan sangat terbatas dan lebih mahal.
Baca Juga: Waspada Kemunculan Klaster Baru COVID-19 di Sulsel
“Kondisi perkotaan, seperti DKI Jakarta yang paling maju (di Indonesia) mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan. Perumahan yang layak belum memadai,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema Urgensi Penanganan Permukiman Padat Penduduk Menghadapi COVID-19, Kamis (9/7/2020).
Lihat Juga :