Dampak Vape Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional

Jum'at, 25 November 2022 - 21:06 WIB
loading...
Dampak Vape Sama Bahayanya dengan Rokok Konvensional
Penelitian yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) membuktikan bahwa dampak merokok Vape sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Foto ilustrasi
A A A
BOGOR - Kehadiran Vape awalnya dianggap sebagai alternatif produk tembakau yang lebih sehat. Namun, penelitian yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) membuktikan bahwa dampak merokok Vape sama berbahayanya dengan rokok konvensional .

“Jelas dan benar penggunaan Vape dapat memicu serangan jantung, dan bahaya kandungan Pm 2.5 bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan," kata dr Andrew E.P Sunardi Sp.JP dalam bincang sehat bertajuk 'Rokok Berbahaya Bagi Jantung Bagaimana dengan Vape' yang dihelat oleh RS Siloam Hospitals Bogor pada 23 November 2022. Baca juga: Catat! Ini 5 Senyawa Berbahaya dalam Vape selain Polietilen Glikol

"Kandungan Pm 2.5 menghasilkan kandungan partikel halus layaknya asap knalpot dan sejenis lainnya yang berbahaya bagi jantung dan paru paru,” sambungnya.

Dokter Andrew menjelaskan, pada rokok tradisional, aliran darah meningkat sedikit setelah menghisap rokok dan kemudian menurun setelah asap dilepaskan. Namun, aliran darah menurun baik saat mengisap maupun melepaskan asap pada perokok elektronik.

"Akibatnya, kadar oksigen dalam darah berkurang dan laju aliran di pembuluh darah turun yang dapat mempengaruhi fungsi jantung, yang membutuhkan asupan darah dan oksigen yang memadai," bebernya. Baca juga: Vape Disebut Mengandung Polietilen Glikol, Peneliti: Berisiko Sebabkan Gangguan Ginjal Akut

Dokter Andrew menegaskan, apapun bentuk rokoknya, resikonya akan sama dan akan menurunkan kualitas kesehatan pada tubuh. "Lakukan sejumlah pencegahan dengan berhenti merokok, mulai hidup sehat dengan pola yang teratur, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan rendah gula. Segera lakukan pemeriksaan pada faskes terdekat, jika dianggap terdapat gangguan abnormal," pungkasnya.

Untuk diketahui, Vape menggunakan cairan yang menjadi bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran. Asap yang dikeluarkan akan memiliki aroma yang beragam seperti buah-buahan.

Karena itulah sejak 2016 Badan pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menggolongkan rokok elektrik sebagai produk tembakau dan mengaturnya sesuai undang-undang pertembakauan.

Lanjut dr Andrew, pada dasarnya asap adalah musuh besar bagi jantung. Bukan hanya pada asap rokok, asap polusi dari pembakaran apapun dapat memicu risiko serangan jantung.

“Data menunjukkan kematian karena keluhan atau permasalahan jantung sebesar 30 persen yang disebabkan oleh rokok. Pengguna Vape juga tidak lebih dari itu, karena tetap mengandung nikotin” ujarnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2399 seconds (11.97#12.26)