alexametrics

Naik Status Zona Oranye Covid-19, Pemkot Solo Semakin Waspada

loading...
Naik Status Zona Oranye Covid-19, Pemkot Solo Semakin Waspada
Foto ilustrsi
A+ A-
SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) tidak mempersoalkan status wilayahnya yang naik menjadi zona oranye Covid-19. Kenaikan status akibat banyaknya pasien Covid-19 dari berbagai daerah yang dirujuk ke rumah sakit (RS) di Solo.

“Pada intinya kalau di zona oranye, tentu kami akan semakin meningkatkan kewaspadaan. Tugas kami pencegahan dan pengendalian Covid-19 kepada masyarakat,” kata Rudy, Rabu (8/7/2020). Kota Solo terdapat RS milik Pemprov Jawa Tengah maupun RS swasta yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Pemkot Solo sendiri juga telah menyiapkan RS rujukan lini kedua hingga ketiga, baik RS negeri maupun RS swasta. (Baca: Jelang Pilbub Kebumen, Arif: Saya Masih Fokus Tangani COVID-19 dan Kemiskinan)

Sebagai bentuk kewaspadaan, pihaknya meminta agar Gubernur Jateng memiliki visi yang sama dalam penanganan Covid-19. Seperti Pemkot Solo yang memutuskan anak sekolah baru masuk kembali pada 2 januari 2021 mendatang. Mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. “Biarpun SMA dan SMK punya Propinsi, tapi siswanya khan warga saya. Pak Gubernur khan hanya punya bangunannya saja. Rakyatnya khan punya Wali Kota dan Bupati,” tegasnya.

Sehingga diharapkan kebijakan di Kota Solo yang belum memperkenankan anak sekolah masuk selaras dengan kebijakan Pemprov Jateng. Kenaikan status ke zona oranye bukan karena warga Kota Solo yang positif Covid-19 semakin bertambah banyak. Hal itu disebabkan karena di Solo terdapat rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 dari berbagai daerah.



Sementara, wilayah Kota Solo sendiri penyebaran Covid-19 cukup terkendali. Pihaknya tidak bisa melarang warga luar daerah berobat ke Kota Solo. Pihaknya tidak mau lengah mengingat Kota Solo menjadi rujukan dan dilewati pasien Covid-19. “Kami dalam waktu dekat akan kembali melakukan penyemprotan disinfektan di ruang terbuka,”paparnya. (Baca: 6 Pasien Positif COVID-19, Kebumen Kembali Masuk Zona Merah)

Pemkot Solo tidak mempersoalkan atau meminta status zona oranye diturunkan. “Kami tidak mau kaku, rumah sakit adanya di Solo kalau opname di sini ya diterima. Kemanusiaan,” tegasnya. Sekali lagi, dirinya berharap seluruh daerah memiliki kebijakan yang sama dalam penanganan Covid-19. Dari berbagai kebijakan yang dibuat Pemkot Solo, lama kelamaan masyarakat juga bisa memahami.
(don)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak